Pemakaman Serda Ainul di Lanud Pekanbaru berlangsung haru, mertua histeris

Pemakaman Serda Ainul di Lanud Pekanbaru berlangsung haru, mertua histeris

Ilustrasi | Beritariau.com 2015

Beritariau.com, Pekanbaru - Pemakaman Sersan Dua (Serda) Ainul Abidin di Taman Makam Lapangan Udara Roesmin Nurjadin Pekanbaru, Kamis (02/07/15) sore, berlangsung haru. Sang mertua, Poniah, harus menerima kenyataan menantunya itu menjadi korban kecelakaan Pesawat Hercules C-130 di Medan, Sumatera Utara.

Kesedihan Poniah bertambah setelah sang anak yang menjadi isteri almarhum Ainul, Tri Astuti serta dua cucunya, Rizki Putri Ramadhani dan M Arif Wicaksono, ikut menjadi korban.

Hingga kini, jasad isteri Ainul belum teridentifikasi oleh Tim DVI Polda Sumut. Sedangkan kedua anaknya sudah tiba ke Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru pada malam ini.

Pantauan di lokasi, Poniah tak kuasa membendung airmata saat pasukan TNI AU menggiring peti jenazah ke peristirahatan terakhirnya. Usai pemakaman, Poniah tak mau melepaskan foto menantunya tersebut dan tetap memeluknya.

"Ainul, kenapa nak, mana si Tri nak, mana cucu-cucu ibu. Bawa kesini nak. Ibu sayang Ainul," isak Poniah berurai airmata, sambil dibopoh oleh keluarga lainnya.

Tembakan Salvo (tembakan penghormatan) juga berdentum, saat almarhum dimasukkan ke liang lahat. Setelahnya, pemakaman militer dilanjutkan dengan upacara Persada.

Di lokasi, puluhan pasukan TNI AU ikut serta mengiringi kepergian prajurit Kodim Ranai Natuna, propinsi Kepulauan Riau itu. Sebelumnya, Serda Ainul bertugas di Pekanbaru. Namun karena dipindahkan ke Natuna, Almarhum berencana memboyong anak dan istrinya kesana.

Menurut Komandan Lanud Roesmin Nurjadin Kolonel Pnb Khairil Lubis, pihaknya sudah menerima 4 jenazah angggota TNI yang menjadi korban Pesawat Hercules.

"Diantaranya Serda Sugiyanto, Pratu Rudi Haryono dan Kopda Eria Ageng yang tiba semalam, serta satu jenazah yaitu Serda Ainul Abidin yang didatangkan pagi tadi," ujarnya.

Almarhum Ainul ini, pernah mendapat tanda jasa berupa Satya Lencana Kesetiaan VIII tahun. Jabatan terakhirnya adalah Turyan Kasdim 0318/Natuna. Anak dari Bapak Kasbi dan ibu Siti Hamayatun tersebut dilahirkan di Jepara, 18 April 1980 silam.

Informasi yang dirangkum, pihak keluarga Ainul rencananya akan memakamkan istri dan dua anak almarhum persis disamping sang prajurit tersebut. Namun, keluarga masih menunggu kedatangan sang istri yang belum teridentifikasi. [Pan]