Nasib Guru Honor di Pekanbaru tak jelas, Disdik buat aturan main sendiri

Nasib Guru Honor di Pekanbaru tak jelas, Disdik buat aturan main sendiri

Ilustrasi | Beritariau.com 2015

Beritariau.com, Pekanbaru - Meski sudah dijadwalkan sejak tiga tahun lalu. Hingga kini, pengangkatan Guru Honor menjadi Guru Tidak Tetap (GTT) tak kunjung direalisasikan oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru. Hal ini membuat anggota DPRD angkat bicara.

“Kita pertanyakan kinerja Disdik jika tak juga melakukan pengangkatan. Daerah lain seperti Pelalawan sudah melakukan pengangkatan, kita heran aturan mana lagi yang mau ditunggu,” kata Ketua Komisi III DPRD Kota Pekanbaru, Nofrizal, Selasa (23/06/15).

Menurutnya, tak ada lagi alasan bagi Disdik. Pasalnya, saat ini persoalan di Disdik Pekanbaru sudah terlalu banyak dan menumpuk. Ia khawatir nantinya persoalan ini akan semakin rumit. Nofrizal menuding, Disdik telah membuat aturan dan kebijakan sendiri tanpa melakukan koordinasi dengan Komisi III.

"Yang berkaitan dengan hak masyarakat terutama guru jangan diakal-akalin. Jangan sampai karena masalah ini guru-guru melakukan demonstrasi sehingga akan mengganggu proses belajar mengajar,” terangnya.

Informasi mengenai pengangkatan GTT itu diketahui saat Ketua Guru Honorer Sekolah Negeri di Pekanbaru, Sarno dan beberapa guru lainnya mengadukan persoalan ini sembari membawa berkas daerah lain yang sudah melakukan pengangkatan GTT usai Rapat Paripurna hari Jadi Pekanbaru yang ke 231 Tahun.

“Padahal setiap tahunnya ada sekitar 350 guru honorer yang bisa diangkat menjadi GTT. Alasan pemerintah tak kunjung diangkatnya guru honorer ini karena terbentur peraturan. Tapi di daerah lain seperti Pelalawan malah mereka baru saja melakukan pengangkatan ribuan guru honor. Ini kami juga mempunyai salinan SK-nya yang kami dapat dari rekan disana,” papar Sarno.

Sarno CS berani memastikan bahwa aturan yang disebutkan oleh Disdik itu tak ada. Dengan barang bukti SK itulah Sarno mendatangi dan menemui Ketua Komisi III dan meminta agar instansi terkait seperti Dinas Pendidikan, Pemerintah Kota dan DPRD Pekanbaru bisa duduk bersama untuk membahas hal tersebut.

“Sekitar 1300 guru honorer saat ini masih menggantungkan harapannya. Seandainya pengangkatan berangsur dilakukan sejak tiga tahun lalu, persoalan guru honor ini saya yakin akan berangsur selesai. Terus terang menjadi guru honor ini membutuhkan loyalitas yang cukup tinggi,” tuturnya. [red]