Bulan Ramadan, Polda Riau "intip" potensi rawan kejahatan

Bulan Ramadan, Polda Riau "intip" potensi rawan kejahatan

Ilustrasi | Beritariau.com 2015

Beritariau.com, Pekanbaru - Polda Riau melakukan langkah antisipasi kejahatan pencurian dengan kekerasan (Curas), pencurian dengan pemberatan (Curat), dan pencurian kendaraan bermotor (Curanmor). Selain itu juga meminimalisir kejahatan jalanan lainnya, yang cendrung terjadi saat bulan suci Ramadan dan lebaran mendatang.

Kepala Kepolisian Daerah (Polda) Riau, Brigjen Dolly Bambang Hermawan, Jumat (19/06/15) mengatakan, dari hasil pengamatan inteligen dan jajaran reserse, kejahatan belum menunjukkan angka peningkatan yang signifikan.

"Meski belum menunjukkan peningkatan, seluruh jajaran jauh-jauh hari telah memetakan kawasan yang dinilai rawan kejahatan," ujar Dolly.

Pemetaan tersebut dilakukan di daerah perbatasan yang rawan penyelundupan serta daerah perkotaan yang cenderung ada kasus street crime atau kejahatan jalanan.

"Kita tetap antisipasi Curas, Curat dan Curanmor dan kejahatan jalanan. Mudah-mudahan jangan meningkat karena polisi nya terus bekerja," jelasnya.

Menurut Dolly, biasanya memang kejahatan cenderung meningkat saat memasuki bulan suci ramadan, apalagi jelang lebaran. Ini terjadi hampir setiap tahunnya. Untuk itu ia menghimbau seluruh masyarakat agar tidak berpenampilan yang mencolok, yang bisa memancing pelaku kejahatan.

"Selain itu hindari jalan yang sepi, gelap dan rawan kriminal. Lebih teliti jika berada di mesin ATM, waspadai orang di sekitar dan berkoordinasilah kepada pihak-pihak yang resmi agar terhindar penipuan," kata Dolly.

Sedangkan bagi masyarakat yang mengambil uang dengan jumlah yang banyak, Dolly berpesan supaya ada pendampingan dari pihak kepolisian, untuk menghindari aksi perampokan jalanan. "Minta pengawalan polisi, itu gratis kok," pungkasnya. [Pan]