Dorrr!!! Polisi tembak perambah Cagar Biosfer di Bengkalis

Ilustrasi | Beritariau.com 2015
Beritariau.com, Bengkalis - Puluhan orang yang diduga melakukan perambahan hutan di kawasan hutan zona inti Cagar Biosfer Giam Siak Kecil, kocar-kacir saat petugas Polres Bengkalis menggrebek pondokan mereka.
"Tiga orang berhasil ditangkap, sedangkan lainnya berhasil melarikan diri ke dalam hutan. Seorang pelaku terpaksa ditembak karena berusaha merampas senjata api milik polisi," ujar Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo Sik, Minggu (14/6).
Tiga orang pelaku perambahan hutan (Ilegal Logging) tersebut yakni Suherli (48), Kasino (39) dan Muslimin (64).
Salah satu bernama Suherli, terpaksa ditembak di kaki kanan karena melawan serta berusaha merampas senjata api petugas. Dia juga mengabaikan tembakan peringatan.
Penangkapan tersebut, kata Guntur, berawal ketiga aparat kepolisian melakukan patroli di kawasan hutan Cagar Biosfer pada Selasa (9/6). Disini polisi menemukan sembilan unit pondok yang berjejer sepanjang kanal. Bahkan ada sekitar 20 orang pelaku ilegal loging yang sedang beraktifitas.
Melihat kedatangan polisi, puluhan pelaku inipun kocar-kacir dan kabur memasuki kawasan hutan. Petugas berhasil menangkap tiga orang diantaranya, bahkan melumpuhkan Suherli dengan timah panas.
"Ketiga pelaku sudah dibawa ke Mapolres Bengkalis guna penyidikan lebih lanjut. Sementara petugas, kembali masuk kekawasan hutan untuk mengevakuasi barang bukti," jelas Guntur.
Barang bukti ini berupa dua unit mesin Chainsaw, parang, tali untuk merakit kayu, tiga buah perahu dan satu mesin genset. Sedangkan untuk barang bukti kayu, ada sekitar enam kubik yang sudah berhasil ditarik dan dievakuasi dari dalam hutan.
"Sedangkan sisanya sekitar 20 kubik, belum dapat dipindahkan lantaran kondisi alam dan jalur ditemukannya barang bukti berada 20 KM ke dalam hutan. Untuk masuk kesana saja dengan berjalan kaki, itu bisa menempuh waktu delapan jam," imbuh Guntur. [Pan]

