Penyelundupan 5.900 liter solar subsidi digagalkan Polda Riau

Ilustrasi | Beritariau.com 2015
Beritariau.com, Pekanbaru - Jajaran Direktorat Polisi Perairan (Dit Polair) Kepolisian Daerah (Polda) Riau berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 5.900 liter atau 5,9 ton bahan bakar minyak (BBM) jenis solar bersubsidi di perairan Pulau Durai yakni di perbatasan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) dengan Kabupaten Kepulauan Meranti Provinsi Riau.
"Solar tersebut diamankan petugas saat berada di Pualu Durai pada Minggu dinihari tadi yang diangkut menggunakan sebuah kapal," kata Direktur Pol Air Polda Riau, Kombes Pol Deny Pudjianto, Minggu (14/06/15).
Menurut Denny, kapal tersebut diamankan pada saat petugas melangsungkan patroli rutin disekitar perairan Meranti, Provinsi Riau. "Saat berpatroli, petugas mencurigai sebuah kapal tanpa nama," ujarnya.
Kemudian, petugas memburu kapal tersebut dan berhasil diamankan sekira pukul 02.00 WIB di sekitar Pulau Durai. Saat dilakukan penggeledahan, ditemukan ratusan jerigen berisikan BBM jenis solar.
"Mendapati temuan 169 jerigen solar, petugas langsung melakukan interogasi di atas kapal," kata dia.
Dari hasil pemeriksaan petugas kepada tiga orang pelaku yang berada diatas kapal yakni Susilo (35 selaku nakhoda dan Salim (57) yang merupakan anak buah kapal (ABK) diketahui bahwa BBM tersebut diangkut dari Teluk Buntal.
"Kedua orang yang diamankan merupakan warga Kepulauan Meranti. Keterangan sementara dari keduanya, solar tersebut dibawa dari Teluk Buntal menuju Sungai Tohor, Meranti. Saat dilakukan pemeriksaan, mereka sama sekali tidak melengkapi dengan dokumen resmi," terangnya.
Saat ini kedua pelaku beserta barang bukti diamankan ke Pol Air Polres Meranti guna menjalani pengembangan dan penyelidikan lebih lanjut.
Kawasan Riau pesisir seringkali menjadi ajang penyelundupan, baik itu BBM maupun bawang serta barang ilegal lainnya. Hal ini dikarenakan panjangnya garis pantai di pesisir Riau yang tidak diimbangi dengan kekuatan armada yang baik.
Berdasarkan catatan, pada bulan Mei hingga April 2015, Bengkalis, Dumai dan Siak menjadi pintu masuk utama bawang-bawang selundupan asal Malaysia.
Tercatat pada pertengahan April, Polres Dumai dan Bea Cukai setempat berhasil menggagalkan 6,5 ton bawang yang tersimpan dalam 741 karung.
Selanjutnya, pada 23 April Jajaran Kepolisian Resort Bengkalis berhasil menangkap sebuah kapal yang membawa 45 ton bawang melalui pelabuhan tikus di Pulau Bengkalis. Namun, dari penangkapan itu, tidak ditemukan pemilik kapal.
Selanjutnya, pada akhir April 2015, Polres Siak turut berhasil mengamankan tujuh truk pengangkut bawang pada sebuah razia rutin di Jalan Bungaraya.
Menurut Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo, truk pembawa 2.264 karung bawang tersebut berasal dari Kecamatan Bukit Batu Bengkalis menuju Pekanbaru.
Dengan situasi yang terjadi seperti ini, Guntur menegaskan pihaknya akan terus berusaha menekan ruang gerak para pelaku penyelundupuan.
"Dengan peralatan dan petugas yang ada, kita akan terus maksimalkan untuk meminimalisir penyelundupan bawang," tegasnya. [Pan]

