Kakak adik diperkosa dan diajak onani buruh batu bata

Ilustrasi | Beritariau.com 2015
Beritariau.com, Pekanbaru - Berdalih keseringan nonton film porno, seorang buruh bongkar batu-bata inisial RM mencabuli kakak adik yang masih berusia dibawah umur, M (15) dan adiknya B (13) ditempat dan waktu yang berbeda.
Korban pertama pemuda berusia 23 tahun tersebut adalah M. Usai pulang sekolah, RM menjemput M dan berjanji akan mengantarkannya pulang ke rumah. Namun, RM malah membawa M ke sebuah pondok di tempat sepi di jalan Lintas Timur KM 15 kelurahan Kulim Tenayan Raya Pekanbaru.
Pria berumur 23 tahun tersebut tak hanya meniduri M yang diakuinya sebagai kekasihnya. Namun, RM tega mencabuli adik M berinisial B.
Pria ini akhirnya meringkuk di sel tahanan Mapolsek Tenayan Raya, Jumat (29/5) kemarin, usai dijemput polisi dari tempatnya bekerja.
Pria itu terlibat kasus pencabulan terhadap dua orang anak di bawah umur, M dan adiknya B. Si kakak (M) mengaku dipaksa berhubungan layaknya suami istri oleh RM, sementara sang adik B, dipaksa untuk melakukan onani.
"Kejadian bermula pada April 2015 lalu, saat pelaku akan menjemput kekasihnya korban pulang sekolah. Namun pelaku membawa korban ke sebuah pondok di jalan Lintas timur Kulim, lalu mencabuli korban," ujar Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo Sik, Minggu (31/5) dini hari.
Menurut Guntur, awalnya korban sempat melawan, tetapi pelaku memaksa dan mengancamnya. Selain itu, pelaku juga mengiming-imingi korban dengan mengaku siap bertanggung jawab perbuatan itu.
"Pelaku mengaku sudah melakukan perbuatan tersebut tiga kali kepada korban sang kakak (M) di pondok sekitar jalan Lintas," katanya.
Setelah itu, beberapa hari kemudian pelaku juga mendekati adik korban dan menjadikannya sebagai kekasih. Hingga suatu hari pelaku mengajak adik korban untuk melakukan onani tanpa sepengatahuan sang kakak di sebuah pasar.
"Pelaku juga mengakui telah memaksa adik korban untuk berbuat tidak senonoh (onani) dan itu sebanyak satu kali, namun belum sempat berhubungan badan," terangnya.
Agar tidak ketahuan, RM meminta M dan adiknya B untuk tidak menceritakan kejadian yang mereka alami kepada siapapun. "Namun akhirnya ada saksi yang melaporkan kasus ini kepada keluarga korban. Setelah diinterogasi, pelaku akhirnya mengakui semua perbuatannya, dan kita amankan," pungkas Guntur.
Sementara RM sendiri mengakui kalau perbuatan ini ia lakukan, karena sudah tak kuat menahan nafsu, lantaran keseringan nonton film porno di handphone nya.
"Sering nonton film porno dan awalnya kepengen coba kayak di film itu, hubungan badan dan onani," ujar RM. [pan]

