Gantung diri, rupanya Bidan Desa ini hamil 10 minggu

Gantung diri, rupanya Bidan Desa ini hamil 10 minggu

Ilustrasi | Beritariau.com 2015

Beritariau.com, Pekanbaru - Warga desa Simpang Kota Medan Kecamatan Kelayang kabupaten Indragiri Hulu Riau, dikejutkan dengan tragedi mengenaskan yang menimpa Juli Aisyah (27).  

Warga tidak menyangka bidan desa yang tinggal bersama orang tuanya di jalur IV eks Transmigrasi Selanjut itu nekat gantung diri, karena selama ini ia dikenal sebagai gadis yang berprilaku santun, ramah dan periang.

Informasi yang dirangkum, Minggu (19/04/15), terungkap sejumlah temuan baru. Puteri dari pasangan suami istri Hasanuddin Munthe (58) dan Lena br Ritonga (47), tersebut, diduga tengah hamil 10 minggu.

Hal ini diketahui dari hasil visum et revertum puskemas setempat yang menyatakan bidan Juli Aisyah tengah hamil 10 bulan.

Dari situ berembus kabar, faktor asmara lah yang melatarbelakangi perbuatan sang bidan muda ini. Diduga, ia putus asa karena pacarnya bernama Riyan enggan bertanggungjawab lantaran bidan tersebut berasal dari keluarga yang sangat sederhana.

Dari hasil investigasi wartawan bersama kepala dinas kesehatan (Kadiskes) kabupaten Inhu, H Suhardi yang mengkonfirmasikan kepada dr Kristian yang melakukan visum terhadap Juli Aisyah di Puskesmas Polak Pisang kecamatan Kelayang melalui selulernya.

Awalnya, sang dokter mengaku bahwa dari hasil visum bahwa Juli Aisyah tewas bunuh diri dengan cara menggantungkan lehernya, sebagaimana bukti dari hasil gantung diri itu.

Namun, ketika didesak, dr Kristian akhirnya mengaku bahwa Juli Aisyah sedang mengandung anak (Hamil) 10 minggu. Namun, pihak kepolisian mengaku belum mengetahui hal tersebut.

Berdasarkan keterangan Kapolsek Kelayang, AKP Zaidir, hasil visum dokter Puskesmas Polak Pisang dan kenyataan di lapangan hanya menyebutkan Bidan Juli Aisyah mati gantung diri di ruang prakteknya.

"Sementara motif dari kejadian itu belum dapat diketahui secara pasti," ujar Zaidir.

Meski demikian, Zaidir mengaku tengah menyelidiki dengan mengumpulkan keterangan saksi dan beberapa bukti dari hasil olah TKP. "Masih kita selidiki," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Juli Aisyah ditemukan tewas gantung diri di dalam ruang praktek yang ada di dalam kediamannya. Saat menemukan anaknya dalam kondisi tergantung, Hasanuddin kaget dan menjerit histeris.

Panik dan gugup, sang ayah memanggil ketua RW sebelah rumahnya. Selanjutnya ketua RW memutus tali gantungan itu, diiringi jeritan histeris Lena sang ibu dan keluarga yang lain.

Paman Juli Aisyah, Ardin Harahap kepada wartawan saat di rumah duka menceritakan, pada Kamis malam Jumat (16/04/15) lalu, Aisyah yang merupakan Tenaga Kerja Sukarela (TKS) di Puskesmas Polak Pisang kecamatan Kelayang itu mendapat giliran jaga malam.

Selanjutnya, pada Jumat pagi (17/4) Juli Aisyah pulang ke rumahnya di Jalur IV Selanjut, Simpang Kota Medan, kecamatan Kelayang. Entah apa yang ada dipikirkan Aisyah saat berada di rumahnya hingga nekat gantung diri di ruang praktek yang bersebelahan dengan kediamannya, saat Bapak dan Ibunya sedang bekerja menderes karet di kebun mereka.

Juli Aisyah merupakan anak kedua dari empat bersaudara pasangan Hasanuddin dan Lena. Saat kejadian naas itu, Juli Aisyah tinggal di rumah bersama adik bungsunya.

"Tapi karena adiknya asyik bermain di luar rumah dengan temannya, saat itulah Juli Aisyah menggantungkan lehernya di pintu ruang prakteknya," ujar Ardin. [Pan]