Usai Kerjakan Tahap I

Aneh! Peralatan PT Hutama Karya "standby" dilokasi Gedung daerah Siak saat proses lelang ke II

Aneh! Peralatan PT Hutama Karya "standby" dilokasi Gedung daerah Siak saat proses lelang ke II

Tanpa Aktivitas, PT Hutama Karya Tak Melakukan Penarikan atau Demobilisasi Peralatan dan Bahan dari Lokasi Proyek Pembangunan Gedung Daerah Siak | Beritariau.com 2015

Beritariau.com, Siak - Meski telah selesai mengerjakan pembangunan Gedung Daerah di Kabupaten Siak tahap pertama (I), PT Hutama Karya (HK) (Persero) selaku kontraktor pelaksana ternyata masih bercokol di lokasi proyek yang berada diatas lahan seluas 10 hektar itu.

Pantauan wartawan, Jumat (10/04/15) siang di lokasi proyek di dekat Jembatan Siak di kawasan Kecamatan Mempura, sejumlah peralatan pekerjaan konstruksi seperti alat berat, Bleaching, Water Tanker, Mixer dan lainnya masih terlihat.

 

 

Bahkan, gundukan bahan materil pun jelas terlihat. Tak hanya itu, barak tempat pekerja pun masih berdiri kokoh.

 

 

Pemandangan ini tak lazim. Sebab, jika suatu proyek dinyatakan telah selesai dikerjakan, baik peralatan, barak, materil dan sumber daya lain yang dibutuhkan dalam pekerjaan itu, biasanya sudah ditarik kembali oleh kontraktor pelaksana alias demobilisasi.

"Wah, kurang tau ya kenapa masih disitu. Tiap hari saya lewat sini memang gak ada aktivitas. Kalau tahun lalu masih ada," kata Indra, warga Siak yang melintas di kawasan itu saat ditemui wartawan, Jumat siang itu.

Padahal, PT HK hanya bertugas sebatas membangun pondasi menggunakan tiang pancang dan mengerjakan struktur lantai 2 dan lantai 1 dengan dana sebesar Rp40 Milyar di tahun anggaran 2014. Dimana, lelang Pembangunan Gedung Daerah Siak tahap I itu, dimenangkan oleh PT HK dan mulai dikerjakan pada Juni 2014.

Sedangkan untuk pembangunan gedung yang nantinya berkapasita tempat duduk 2400 orang ini akan digelar di tahap II.

Gedung ini, nantinya akan dilengkapi fasilitas seperti ; hotel, arena bermain, mesjid, jogging track, taman air mancur, lapangan olah raga dan fasilitas umum lainnya yang dirancang bernuansa budaya melayu, akan dikerjakan di tahap II.

Berusaha dikonfirmasi, Tomi perwakilan PT HK justru mengaku tak tahu banyak soal detail proyek tahap I itu. "Saya tak begitu tahu persis. Nanti kita ketemulah," katanya saat dihubungi ke nomor selulernya, Sabtu (10/04/15).

Terkait ini, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas CKTR Siak Irving Kahar Arifin, M Eng yang dihubungi ke dua buah nomor selulernya ternyata tak aktif. Pesan singkat yang dilayangkan juga tak berbalas.

Untuk diketahui, proyek yang digagas sejak tahun 2012 senilai Rp100 Milyar ini, telah diputuskan dikerjakan dalam dua tahun anggaran yakni tahap I tahun 2014 senilai Rp40 Milyar dan tahap II tahun 2015 sebesar Rp60 Milyar.

Tahap I dimenangkan oleh PT HK dan telah selesai dikerjakan. Dari penelusuran Beritariau.com, ternyata PT HK adalah satu dari 35 Perusahaan yang sedang mengikuti proses lelang tahap II yang digelar mulai Maret 2015 kemarin.

Hingga kini, PT HK belum melakukan demobilisasi. Di lokasi, peralatan dan bahan dari PT HK tampaknya "Stand By" untuk mengerjakan proyek baru. [tim]

Tags :# politik