ProJo curigai 2 Calon Deputi Kepresidenan
Relawan Jokowi Riau minta Luhut Panjaitan tak rekrut "orang lama"
Ketua ProJo Riau Sonny Silaban saat memimpin rapat pemenangan Jokowi-JK saat Pilpres tahun 2014 lalu | Beritariau.com 2015
Beritariau.com, Pekanbaru - Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) ProJo (Pro Jokowi) Provinsi Riau Sonny Silaban ST, bereaksi atas beredarnya sejumlah nama mencurigakan yang masuk dalam susunan nama calon Deputi Kantor Staf Kepresidenan Pemerintahan Joko Widodo.
"Ada dua nama yang dicurigai sebagai "orang lama" yaitu, Purbaya Yudhi Sadewa dan Lambok Nahatand," kata Sonny, di Pekanbaru, Sabtu (14/03/15).
Menurutnya, salah satu yang disuarakan oleh Relawan Jokowi adalah perubahan mendasar di tataran Pemerintah Pusat. Artinya, kata Sonny, bukan hanya pemimpinnya yang berubah, tapi anak buah dari pemimpin itu sendiri harus dirubah.
Informasi yang dihimpun, kata Sonny, diketahui bahwa Purbaya adalah mantan staf khusus Hatta Rajasa, mantan Menko Perekonomian era Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) sekaligus rival Jokowi pada Pilpres saat jadi calon Wakil Presiden pasangan Prabowo Subianto.
Sedangkan Lambok, tercatat sebagai birokrat karier di Sekretariat Negara (Setneg) dan kabarnya menjadi tangan kanan Mensesneg Sudi Silalahi, "Ring 1" mantan Presiden SBY.
Menurutnya, kedua nama itu, dicurigai akan menjadi "mata dan telinga" SBY di istana yang mungkin jadi penghambat perubahan yang direncanakan Presiden sebagaimana dijanjikan dalam Nawacita. Pasalnya, kekuatan lama akan tetap membayangi Jokowi dan membuat pemerintahan tak stabil.
"Mereka itu orang lama-lama yang selama ini diharapkan rakyat menjadi petugas pemerintah membantu Presiden agar lebih baik mengurus pemerintahan. Tapi nyatanya, mereka telah gagal. Jadi tak perlu lagi diakomodir. Disini harus hati-hati," kata Sonny.
Untuk jajaran orang di lingkar dalam istana, loyalitas merupakan harga mati. Orang yang belum terbukti loyal tidak dijamin akan tetap bersama Presiden dalam situasi kritis.
"Kantor Staf Kepresidenan adalah ulu hati Jokowi, harus waspada" lanjut Sonny.
Sonny berpendapat, Kepala Staf Kantor Kepresidenan Luhut B Panjaitan harus melihat sisi loyalitas dan tak gampang menerima masuknya orang lama jadi anak buah Presiden.
"Mari kita ingat kembali. Aktor intelektual yang menyerang Jokowi saat Pilpres kemarin disinyalir adalah oknum-oknum di Kepresidenan, pak Luhut harus ingat," ," kata Sonny.
Ia berharap, anak buah Jokowi jangan ABS (Asal Bapak Senang) tapi harus profesional dan teruji bekerja untuk rakyat. "Jika pemerintah pusat bagus, rakyat di daerah akan lebih baik," tambahnya. [red]

