Dana jadi Alasan

Sudah 3 bulan dilaporkan, Dishut Rohul turun usai beruang dibunuh

Sudah 3 bulan dilaporkan, Dishut Rohul turun usai beruang dibunuh

Ilustrasi | Beritariau.com 2015

Beritariau.com, Rohul - Penanganan konflik antara beruang madu dengan warga Desa Menaming, Kecamatan Rambah, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), cukup lambat.

Pasalnya, sebelum seekor beruang madu betina mati dibunuh warga Menaming secara beramai-ramai, Senin (09/03/15) lalu, Kepala Desa (Kades) Menaming Firdaus ternyata telah melapor ke Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Rohul bahwa ada 6 ekor beruang masuk ke desanya sejak tiga bulan terakhir.

Namun, karena lambatnya penanganan, beruang madu betina bermoncong putih berbulu hitam itu mati mengenaskan karena nekat masuk ke pemukiman. Saat itu, selain leher dan badan ditembus oleh benda tajam, kuku di kedua tangan dan seluruh gigi beruang malang ini hilang.

Terkait kelambanan ini, Kepala Dishutbun Kabupaten Rohul Sri Hardono mengaku salah satu kendala penanganan 5 ekor beruang madu di Desa Menaming dihadapi dinasnya masih masalah klasik yaitu dana.

Selain itu, kata Sri, di waktu bersamaan, petugas dari BKSDA Riau juga sedang melakukan penanganan satwa liar di daerah lain, seperti penanganan 3 beruang mengamuk di Kabupaten Indragiri Hilir.

Kemudian, penanganan 1 ekor gajah di Tapung Kabupaten Kampar, penanganan 2 ekor beruang di Pelalawan, termasuk penanganan 1 ekor gajah masuk ke Kota Pekanbaru belum lama ini.

"Dana juga baru diajukan ke Pak Bupati, dan baru disetujui," jelas Hardono. [cp]

Tags :# politik