Hasil Operasi Ketupat, Lakalantas di Kampar Menurun

Ilustrasi Kecelakaan Lalu Lintas Lebaran | Beritariau.com 2014
Beritariau.com, Kampar - Jumlah kecelakaan (laka) lalu lintas (lantas) di wilayah Kabupaten Kampar menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Selama empat belas hari digelar Operasi Ketupat Polres Kampar, terhitung sejak H-7 hingga H+7, terjadi 19 kasus kecelakaan.
Dari data Polres Kampar, 7 kasus tersebut di antaranya terjadi pada H-7. Akibat total kasus kecelakaan itu, belasan orang mengalami tewas, luka berat dan luka ringan.
”Jumlah laka lebih sedikit dari pada tahun lalu,” terang Kapolres Kampar AKBP Ery Apriyono SIK melalui AKP Alex Sandy Siregar SIK MH kepada wartawan, Rabu (6/8/2014).
"Yang jelas, operasi ketupat tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya. Jumlah itu mengalami penurunan yang cukup signifikan. Pada operasi ketupat tahun lalu," sebutnya.
Sama seperti kasus pada umumnya, kecelakaan banyak melibatkan kendaraan roda dua. ”Mayoritas memang melibatkan roda dua, hanya sekitar 20 persen saja yang melibatkan kendaraan roda empat,” ujar Alex.
Dari seluruh kasus kecelakaan yang terjadi selama operasi ketupat itu, terdapat karakteristik yang berbeda dengan kasus kecelakaan yang terjadi di hari-hari biasa. Salah satunya ialah lokasi kecelakaannya. Di hari-hari biasa, kecelakaan umumnya banyak terjadi di dua titik blackspot (rawan kecelakaan) yang ada di Kabupaten Kampar.
Berbeda dengan hal itu, kecelakaan yang terjadi pada masa operasi ketupat tahun ini malah banyak terjadi di luar titik blackspot.
”Kasus kecelakaan banyak terjadi di luar titik blackspot,” ujar Alex.
Hal itu cukup beralasan, karena dimasa operasi ketupat, titik blackspot menjelma sebagai jalur utama yang dilalui para pemudik. Sehingga, lebih banyak terjadi kepadatan dan penumpukan kendaraan, dibandingkan dengan kasus kecelakaan. Bila dilihat dari sudut pandang penyebab kecelakaan memang dibedakan menjadi beberapa hal. Di antaranya ialah karena faktor human error dan faktor kondisi lingkungan.
Faktor yang paling banyak mendominasi kasus kecelakaan memang karena faktor human error. Namun, hal itu tak meninggalkan faktor lingkungan yang banyak mengakibatkan terjadinya kecelakaan. Penyebab seperti kurang lebarnya bahu jalan dan bergelombangnya aspal jalan juga kerap menjadi penyebab utama terjadinya kecelakaan.
Hal lain contohnya seperti kondisi kendaraan yang tak layak menempuh perjalanan jarak jauh. Seperti kondisi ban yang tak standar hingga kendaraan modifikasi yang jauh dari standar keamanan. [arief]
Dari data Polres Kampar, 7 kasus tersebut di antaranya terjadi pada H-7. Akibat total kasus kecelakaan itu, belasan orang mengalami tewas, luka berat dan luka ringan.
”Jumlah laka lebih sedikit dari pada tahun lalu,” terang Kapolres Kampar AKBP Ery Apriyono SIK melalui AKP Alex Sandy Siregar SIK MH kepada wartawan, Rabu (6/8/2014).
"Yang jelas, operasi ketupat tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya. Jumlah itu mengalami penurunan yang cukup signifikan. Pada operasi ketupat tahun lalu," sebutnya.
Sama seperti kasus pada umumnya, kecelakaan banyak melibatkan kendaraan roda dua. ”Mayoritas memang melibatkan roda dua, hanya sekitar 20 persen saja yang melibatkan kendaraan roda empat,” ujar Alex.
Dari seluruh kasus kecelakaan yang terjadi selama operasi ketupat itu, terdapat karakteristik yang berbeda dengan kasus kecelakaan yang terjadi di hari-hari biasa. Salah satunya ialah lokasi kecelakaannya. Di hari-hari biasa, kecelakaan umumnya banyak terjadi di dua titik blackspot (rawan kecelakaan) yang ada di Kabupaten Kampar.
Berbeda dengan hal itu, kecelakaan yang terjadi pada masa operasi ketupat tahun ini malah banyak terjadi di luar titik blackspot.
”Kasus kecelakaan banyak terjadi di luar titik blackspot,” ujar Alex.
Hal itu cukup beralasan, karena dimasa operasi ketupat, titik blackspot menjelma sebagai jalur utama yang dilalui para pemudik. Sehingga, lebih banyak terjadi kepadatan dan penumpukan kendaraan, dibandingkan dengan kasus kecelakaan. Bila dilihat dari sudut pandang penyebab kecelakaan memang dibedakan menjadi beberapa hal. Di antaranya ialah karena faktor human error dan faktor kondisi lingkungan.
Faktor yang paling banyak mendominasi kasus kecelakaan memang karena faktor human error. Namun, hal itu tak meninggalkan faktor lingkungan yang banyak mengakibatkan terjadinya kecelakaan. Penyebab seperti kurang lebarnya bahu jalan dan bergelombangnya aspal jalan juga kerap menjadi penyebab utama terjadinya kecelakaan.
Hal lain contohnya seperti kondisi kendaraan yang tak layak menempuh perjalanan jarak jauh. Seperti kondisi ban yang tak standar hingga kendaraan modifikasi yang jauh dari standar keamanan. [arief]

