Pelajar Vs Pemuda di Pekanbaru bentrok, seorang Ibu tewas

Pelajar Vs Pemuda di Pekanbaru bentrok, seorang Ibu tewas

Ilustrasi | Beritariau.com 2015

Beritariau.com, Pekanbaru - Bentrokan antara pelajar SMPN 21 Pekanbaru dengan sejumlah pemuda di Jalan Adi Sucipto Gang Ikhlas Kecamatan Marpoyan Damai Pekanbaru, pada Senin (26/01/15) menewaskan seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) Desmawati (40).

Informasi yang dirangkum, almarhumah Desmawati yang tergolong warga kurang mampu, meninggalkan seorang suami dan 4 orang anak yang masih kecil-kecil, diantaranya dua orang anak laki-laki dan dua orang anak perempuan.

"4 orang anak alamarhumah (Desmawati) masih kecil, ada yang belum sekolah, ada juga yang putus sekolah," ujar Indra, warga setempat, Selasa (27/01/15).

Kejadian itu berawal saat anak korban, Aris sedang berkumpul ditemani oleh sang adik, Frans dan rekannya, Jimmy. Kebetulan, rumah korban berada persis disebelah tembok pembatas sekolah.

Tiba-tiba muncul salah seorang siswa SMPN 21 yang meminta rokok dari balik tembok sekolah. Hanya saja permintaan itu tak dipenuhi Aris karena rokok miliknya juga telah habis.

"Kemudian, muncul perkataan yang menyinggung perasaan remaja setempat tersebut, mereka diejek tidak sekolah. Tak ayal, remaja tersebut melemparkan air parit ke arah pelajar tersebut dan mengenai pelajar SMP itu," katanya.

Sang pelajar SMP tersebut kemudian membalas dengan melempar batu ke arah rumah tempat remaja setempat itu ngumpul. Mendengar suara gaduh lemparan batu tersebut, korban yang saat itu ada di dalam rumah sontak merasa kaget dan bergegas keluar dari pintung samping rumahnya untuk melihat apa yang sedang terjadi.

"Setelah berada di luar, korban sempat berdiri di samping rumahnya yang berada tepat di belakang SMPN 21 tersebut. Dan tiba-tiba sebuah batu yang dilempar dari salah seorang pelajar mengenai kepala korban sebelah kiri hingga berdarah," kata Indra.

Melihat jatuh korban, warga setempat melerai dan membawa korban ke Rumah Sakit Sansani di Jalan Soekarno Hatta. Tapi karena kondisinya cukup parah, korban selanjutnya dirujuk ke RSUD Arifin Ahmad.

Namun, karena pendarahan yang cukup hebat di kepalanya, korban akhirnya menghembuskan nafas terakhir di RSUD tersebut.

"Jenazah korban sudah dibawa ke kampung halamannya di Pariaman, Sumatera Barat. Pemakamannya disana hari ini," pungkasnya.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Bukit Raya Iptu Arry mengatakan saat ini tengah melakukan penyelidikan terkait kasus kenakalan remaja yang berujung anarkis dan menimbulkan jatuhnya korban.

"Beberapa orang saksi telah diperiksa, saat ini kasusnya tengah kita selidiki," ujar Arry. [Pan]

Tags :# hukum