Duh! Kawat jemuran dialiri listrik, 2 warga Kuansing tewas, 1 terluka

Duh! Kawat jemuran dialiri listrik, 2 warga Kuansing tewas, 1 terluka

Ilustrasi | Beritariau.com 2015

Beritariau.com, Pekanbaru - Akibat sengatan listrik saat menjemur pakaian, 2 warga Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) tewas ditempat. Sedangkan 1 orang lagi dilarikan kerumah sakit, pada Minggu (25/1/2015) malam sekitar pukul 20.00 Wib.

Korban tewas yaitu Tengku Faisal (49) dan Tarbini (49) dan korban luka yaitu M Ibrahim (35). Ketiganya dikabarkan merupakan karyawan PT Duta Palma Nusantara (DPN) Kabupaten Kuansing.

Informasi yang dirangkum, kejadian itu pertama kali diketahui oleh Wanti (anak korban Ibrahim,red). Ia melihat ketiganya terkapar di lokasi kejadian dengan posisi mengenggam kawat jemuran.

Kaget, Wanti pun memanggil karyawan lainnya, dan membawa ketiga korban ke Rumah Sakit terdekat. Malang tak dapat ditolak, setibanya dirumah sakit, nyawa 2 karyawan itu sudah tak tertolong.

Menerima laporan kejadian itu, Personil Polres Kuansing langsung turun ke lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (Olah TKP). Diduga, korban terkena sengatan arus listrik yang bocor. Pasalnya, setelah pihak teknisi DPN melakukan tes, terdapat aliran listrik pada atap seng dan jemuran itu.

"Ini diperkuat pengakuan sejumlah saksi lain yang menyatakan bahwa beberapa hari sebelumnya, korban terlihat tengah menyambung sendiri aliran listrik dari kabel induk kerumahnya. Saat dicek, ternyata memang ada sambungan listrik yang bersentuhan dengan seng rumah tanpa diisolasi," ungkap Kabid Humas Polda Riau, AKBP Guntur Aryo Tejo SIK, Senin sore.

Diduga, itulah yang jadi penyebab utama korban kesetrum. Saat kejadian, Tarbini yang jadi korban pertama. Ia kesetrum dan langsung ambruk, melihat itu, korban lainnya yakni Faisal segera menolong, namun ikut kesetrum, sampai akhirnya Ibrahim datang membantu tapi turut jadi korban Ketiga.

"Melihat posisi dan kondisi dilapangan, kita duga kronologisnya begitu. Aliran listrik itu mengenai 2 orang lainnya yang berusaha membantu korban pertama," sambung Guntur.

Usai divisum, 2 jenazah korban langsung dijemput pihak keluarga, pada Senin (26/01/15) dinihari tadi, sekitar pukul 03.00 Wib, agar dikebumikan dikampung hamalannya di Pematang Siantar Sumatera Utara.

"Sementara korban luka sudah mulai siuman dan sadarkan diri," pungkas Guntur. [Pan]

Tags :# hukum