Pekanbaru dan Rohil paling rawan tindak kejahatan di Riau

Ilustrasi | Beritariau.com 2015
Beritariau.com, Pekanbaru - Beberapa jenis kejahatan yang berhubungan dengan harta atau hak milik korban tahun 2015 ini bisa jadi akan mengalami peningkatan di Riau. Selain pencurian atas sepeda motor, perampokan kemungkinan juga akan menjadi trend meningkat kuantitasnya.
Wilayah terjadinya tindak kejahatan itu mengacu kepada geografis wilayah dan karakteristik penduduknya. Seperti Contoh di kabupaten Rokan Hilir (Rohil), yang sangat memungkinkan tingginya kuantitas terjadinya perampokan.
"Karena wilayah Rohil sangat berdekatan dengan wilayah perbatasan Riau, sehingga sangat memungkinkn tingginya tingkat migrasi penduduk disana," ujar pakar Kriminologi Universitas Islam Riau, Kasmanto Rinaldi SH MSi, Minggu (25/01/16).
Selain itu, kata Kasmanto, Rohil merupakan wilayah yang sedang berkembang sehingga bisa saja dijadikan tempat tujuan wisata bagi pelaku kejahatan.
Sementara untuk kota Pekanbaru hal ini hampir sama dengan Rohil, yang mana tingkat mobilitas dan migrasi penduduk yang tinggi. Sehingga memungkinkan solidaritas organik masyarakatnya menjadi lemah.
"Kota Pekanbaru dianggap sebagai kota yang menjanjikan sebagai tmpat untuk memenuhi kebutuhan hidup. Padahal tidak semua yang datang itu adalah punya keahlian dan malahan sebagian cendrung menjadi pengangguran yang merupakan cikal bakal menjadi pelaku kriminal," tandasnya. [Pan]

