Tolak Kenaikan BBM Bersubsidi, Cipayung Plus Pekanbaru Geruduk Kantor DPRD Riau

Aksi Cipayung Plus Kota Pekanbaru di Kantor DPRD Riau
Beritariau.com, Pekanbaru - Cipayung Plus Kota Pekanbaru menggelar aksi demo di depan kantor DPRD Provinsi Riau, di jalan Sudirman Pekanbaru pada Selasa, 6 September 2022 pukul 15.15 WIB.
Aksi gabungan dari GMKI, PMKRI, KAMMI, GMNI, PMII, HIMA Pemersatu Riau serta kesatuan mahasiswa lainnya tersebut, mengusung tema 'Riau Tolak Kenaikan BBM Bersubsidi'.
Dalam orasinya, Ketua GMNI DPC Pekanbaru, Rahmat Sentosa Daeli, menyampaikan beberapa tuntutan agar diterima oleh perwakilan rakyat yang mereka tuju.
Adapun tuntutan mereka adalah seperti yang disampaikan oleh perwakilan orator mereka.
"Kami menuntut pemerintah RI mencabut kebijakan kenaikan harga BBM bersubsidi," lanjutnya.
Mereka juga menyampaikan aspirasi yang mengenai ketersediaan BBM.
"Menuntut pemerintah RI menjamin ketersediaan BBM secara berkelanjutan, menuntut pemerintah RI menjamin pendistribusian BBM bersubsidi tepat sasaran," tegas Rahmat.
Mereka juga meminta agar perwakilan rakyat turut mengawasi oknum yang bermain dalam aksi penimbunan BBM.
"Mendesak pemerintah RI untuk memberantas mafia migas dan juga mendesak pemerintah RI untuk menunda Proyek Strategis Nasional (PSN) yang tidak berdampak langsung bagi masyarakat dan dialihkan ke anggaran subsidi BBM," orasi mereka.
"Jika dalam 7 kali 24 jam tidak ada tindak lanjut dari DPRD, maka cipayung plus akan kembali menggelar aksi yang lebih masif," tegas Rahmat.
Aksi penyampaian aspirasi barisan Cipayung plus tersebut, akhirnya mendapat sambutan dari perwakilan DPRD Provinsi Riau.
Mardianto Manan, selaku anggota DPRD Provinsi Riau dari komisi IV fraksi PAN terpantau menemui barisan aksi demo.
Mardianto Manan juga menandatangani surat kesepakatan yang diketik oleh barisan gabungan Cipayung plus.
Ia juga mengatakan bahwa sebagai perwakilan rakyat, akan menyampaikan aspirasi tersebut ke pemerintah pusat.
"Kami perwakilan rakyat, sudah menunggu kehadiran adik-adik dari pagi," sambut Mardianto Manan.
"Apa yang adik-adik sampaikan hari ini dan sudah kami tandatangani dalam surat kesepahaman kita, akan kami lanjutkan ke pemerintah pusat," ucap Mardianto Manan.
Ia juga menyampaikan bahwa aspirasi dari mahasiswa tersebut juga adalah suara perwakilan masyarakat umum.
"Adik-adik semua adalah calon pemimpin bangsa, jadi pemikiran ini sebenarnya adalah pemikiran masyarakat juga. Kami sebagai wakil rakyat di DPRD Provinsi Riau ini merasa terbantu lewat aspirasi adik-adik sebagai sosial control," jelasnya menutup. (*)

