Penyidik Belum Lakukan Pemanggilan

Sst! Usai disegel, pemilik SPBU di Kampar diam-diam datangi Polda

Sst! Usai disegel, pemilik SPBU di Kampar diam-diam datangi Polda

SPBU Kubang Siak Hulu Kampar Disegel Polisi | Beritariau.com 2015

Beritariau.com, Pekanbaru - Usai disegel oleh Ditreskrimsus Polda Riau, pihak pemilik Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) nomor 14.284.6111 di Kubang Kecamatan Siak Hulu kabupaten Kampar, terpantau sejumlah awak media mendatangi kantor penyidik Reskrimsus. [Baca : Disegel Polda Riau, SPBU pak Haji Syahril status Quo]

Beberapa orang yang diduga perwakilan pemilik SPBU yang diduga telah menyelewengkan 950 liter solar subsidi itu, mencoba berdiskusi dengan polisi dengan mendatangi kantor Ditreskrimsus Polda Riau ditemai rekannya yang diduga anggota TNI. Sebab, terlihat jaket loreng di kursi dalam mobil yang dikendarainya.

Info yang dirangkum, upayan pelansiran pengangkutan BBM itu berlangsung rutin dari SPBU menuju gudang penampungan yang diketahui berada di sekitar wilayah Kecamatan Rumbai Pekanbaru Kota.

Tertangkapnya solar subsidi yang akan diselewengkan itu, tercium saat terduga pelaku bolak-balik beraksi melansir BBM memasuki wilayah hukum Polresta Pekanbaru dari kabupaten Kampar.

Inilah yang menjadi langkah awal jajaran Satreskrim Polresta Pekanbaru bergerak mengungkap pengangkutan niaga BBM ilegal tersebut.

Tim Opsnal Satreskrim Polresta Pekanbaru yang dipimpin langsung Kasat Reskrim Kompol Hariwiyawan Harun melakukan pengembangan di lapangan, dan mengendus titik awal penyoetiran solar yang dilansir, sekitar pukul 17.00 Wib. Akhirnya, penggerebekan dilakukan di SPBU 14.284.6111.

"Dua orang selaku operator dan sopir dari satu unit mobil Isuzu Phanter biru dongker, yang merupakan kendaraan pengangkut diduga memakai nomor polisi palsu BM 1090 TY. Mobil itu telah diamankan," ujar Kasubdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Riau, AKBP Fadillah Zulkarnain, Selasa (06/01/15).

Tak sampai disitu, polisi juga mengungkap adanya keterlibatan piihak SPBU dan salah satu perusahaan yang disebut-sebut PT Harmony sebagai penampung di kawasan Kecamatan Rumbai Pekanbaru kota itu, saat ini sedang diselidiki.

"Jadi, ini ada keterlibatan manager SPBU itu, BBM solarnya ditampung di Rumbai ada keterlibatan PT Harmony namanya," jelasnya.

Sementara itu, Dirreskrimsus Polda Riau Kombes Pol Yohanes Widodo mengatakan, pengungkapan ini, karenakan lokasi penggerebekan berada di wilayah Kabupaten Kampar, Polresta Pekanbaru pun berkoordinasi dengan Polda Riau guna penanganan lebih lanjut.

"Serah terima perkaranya hari ini. Usai serah terima, nanti kita ke TKP melakukan penyegelan, pemasangan polis line," ujar Yohanes Widodo.

Di lokasi SPBU 14.284.6111 Kubang itu sekitar pukul 11.00 Wib situasi pengisian BBM pada dua mesin pengisian terlihat berlangsung normal. Namun, untuk dua mesin pengisian BBM jenis bensin dan satu mesin bio solar terlihat tak difungsikan dengan dipagari pagar besi ditambah pemasangan plang bertuliskan "Maaf BBM Habis".

Sementara, sekitar 5 pekerja SPBU berpakaian merah berlogo Pertamina, hanya terlihat berdiri tanpa aktivitas rutin seperti biasanya.

Sekitar pukul 16.00 WIB, Tim Ditreskrimsus Polda Riau dipimpin Kasubdit IV Tipidter AKBP Fadillah Zulkarnain melakukan penyegelan, sampai batas waktu tertentu.

Saat ditanya apa agenda penanggung jawab SPBU yang bernama Yanti mendatangi kantor Ditreskrimsus Pasca disegelnya SPBU tersebut, Fadillah mengaku tak mengerti.

"Penyegelan ini, untuk pengembangan penyelidikan, belum ada jadwal pemeriksaan terhadap Penanggung jawab SPBU yang bernama Yanti itu. Tidak tahu apa alasannya dia (Yanti) datang," jelas Fadillah. [Pan]

Tags :# hukum