Nyamar, Polres Pekanbaru ungkap Prostitusi Gadis dibawah Umur

Ilustrasi | Beritariau.com 2014
Beritariau.com, Pekanbaru - Polresta Pekanbaru berhasil membongkar Tindak Pidana Trafficking prostitusi dibawah umur. Dari pengungkapan yang dilakukan dengan penyamaran itu, Polisi menciduk AM (25), warga Jalan Bambu Kuning Kecamatan Tenayan Raya, sebagai pelaku yang merupakan germo atau penjual jasa seks. Penyamaran itu dilakukan pada Kamis (11/12/14) malam
Penindakan itu dilakukan setelah adanya penyelidikan atas laporan masyarakat yang telah resah atas aksi pelaku memperjual belikan jasa seks anak dibawah umur.
"Laporan itu, langsung diselidiki. Setelah itu kita langsung menghubungi pelaku dan penyamaran. Saat anggota bertemu langsung dan membuat janji untuk bertemu, pelaku menawarkan harga kepada anggota dengan tarif Rp1,5 Juta," Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Robert Harianto Watratan saat dikonfirmasi melalui Wakapolresta AKBP Sugeng Putut Wicaksono, Rabu (17/12/14) siang.
Menyanggupi permintaan AM dan menawarkan seorang anak perempuan yang masih dibawah umur, akhirnya polisi yang menyamar itu mengatur siasat guna menciduk AM dengan menjebaknya di Hotel New Hollywood Jalan Kuantan.
"Mereka kita jebak di Hotel, saat pelaku bersama anak perempuan dibawah umur datang, tanpa perlawanan mereka kita amankan ke Mapolresta. Untuk anak perempuan yang masih dibawah umur kita kembalikan bersama orang tuanya, sedangkan kurir ataupun germo nya kita amankan guna penyidikan lebih lanjut," ujar Wakapolresta.
Hasil penyidikan awal, pelaku menawarkan jasa servis seks dari KR, anak dibawah umur itu, kepada tamunya seharga Rp 1,5 Juta atau Rp 3 Juta rupiah. Dan saat ini pelaku baru mengakui hanya dua kali menawarkan jasa seks dari KR kepada tamu-tamunya.
"Pelaku terancam undang-undang perlindungan anak,dan undang-undang Trafficking dengan nomor 21 Tahun 2007 ancaman kurungan diatas lima tahun," tutup Wakapolresta Pekanbaru AKBP Sugeng Putut Wicaksono.
Sementara itu, AM yang sempat dijumpai membantah jika dirinya adalah kurir ataupun germo. Ia mengatakan bahwa KR yang dikenalnya sudah lebih satu tahun kerap meminta dicarikan tamu.
"Saya hanya dua kali kenalkan dia sama tamu, dan saya tidak pernah meminta upah.Dirinya sendiri yang memberikan saya uang,katanya untuk uang minyak saja.Dan saya mendapatkan paling besar Rp 100 Ribu," bantah AM. [Pan]

