Papdesi Riau Dukung Pj. Bupati Kampar dengan Konsep Ini untuk Kembangkan UMKM 

Papdesi Riau Dukung Pj. Bupati Kampar dengan Konsep Ini untuk Kembangkan UMKM 

Asisten Intelijen Kejati Riau, Raharjo Budi Kisnanto foto bersama DPD Papdesi Riau beberapa waktu lalu.

 

BERITARIAU.COM, PEKANBARU - DPD Perkumpulan Aparatur Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Papdesi) Riau mendukung program prioritas Penjabat Bupati Kampar, Kamsol di bidang ekonomi. Program tersebut terkait pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Ketua DPD Papdesi Riau, Syofian Datuk Majosati mencermati pidato Kamsol dalam berbagai kesempatan. "Pak Pj (Penjabat) Bupati ingin mengembangkan dunia UMKM di Kampar. Kita sangat mendukung," katanya dalam keterangan tertulisnya yang diterima Beritariau.com, Senin (30/5/2022).

Kepala Desa Pulau Godang Kecamatan XIII Koto Kampar ini mengatakan, pengembangan UMKM sejalan dengan program prioritas Papdesi. Menurut dia, Papdesi memiliki program pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) melalui produk unggulan tiap desa. 

"Papdesi mendorong promosi produk unggulan desa dengan memberdayakan BUMDes," ujarnya. Ia mengatakan, program ini sudah dibahas dengan Gubernur untuk diterapkan di seluruh Riau.

Menurut dia, konsep ini dapat dilaksanakan di Kampar. Ia mengatakan, Papdesi bahkan sudah berencana menggelar BUMDes Expo sebagai ajang promosi produk unggulan desa. 

"Kita siap bersinergi dengan Pak Pj. Bupati Kampar untuk mensukseskan program ini. Teman-teman Kepala Desa di seluruh Riau juga kita dorong bersinergi dengan Kepala Daerah masing-masing," ujarnya. 

Ia menambahkan, BUMDes memiliki peranan penting dalam upaya peningkatan perekonomian masyarakat. Selama ini, BUMDes kurang diberdayakan sebagai penunjang mengangkat produk unggulan desa. Padahal amat berpotensi mendongkrak perekonomian masyarakat. 

Ia mengatakan, Papdesi sedang menginventarisir potensi tiap desa yang dapat dikembangkan sebagai produk unggulan. Organisasi, kata dia, berperan mengasistensi BUMDes.

"Kita membentuk bidang khusus dengan tenaga ahli yang intens melakukan pembinaan sampai ke pemasaran produk unggulan. Oleh karena itu diperlukan pengayoman dari pemerintah daerah," jelas Syofian. (*)