Sejumlah Daerah Pekanbaru Direndam Banjir

Pekanbaru Dilanda Banjir, BPBD Pekanbaru Sebut Gegara Hujan Buatan, Pemprov Riau Tak Ngaku..

Pekanbaru Dilanda Banjir, BPBD Pekanbaru Sebut Gegara Hujan Buatan, Pemprov Riau Tak Ngaku..

Kegiatan BRIN dan BPBD Riau, menabur garam di langit Riau dalam rangka TMC | Foto : Dok. BRIN/Beritariau

Beritariau.com, Pekanbaru - Sejumlah wilayah di Kota Pekanbaru direndam banjir, akibat hujan deras, pada Senin (25/04/22) kemarin. Pemprov Riau pernah membantah bahwa Banjir di Pekanbaru akibat Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) alias Hujan Buatan.

(Baca Juga : Sirkulasi Siklonik, BPBD Tetap Buat Hujan Buatan di Riau, Alasannya Begini..)

Namun, BPBD Kota Pekanbaru justru mengaku sebaliknya. Ternyata, hujan deras yang mengguyur Kota Pekanbaru dari pukul 04.30 wib pada Senin kemarin merupakan hasil modifikasi cuaca, untuk antisipasi kebakaran hutan dan lahan.

"Informasi dari AURI ada rekayasa cuaca, modifikasi cuaca yang dilakukan dalam upaya pencegahan Karhutla di Provinsi Riau. Karena Pemerintah Provinsi Riau tengah siaga darurat Karhutla," ucap Kalaksa BPBD Kota Pekanbaru, Zarman Chandra dikutip dari pekanbaru.go.id, Selasa (26/04/22) malam.

Akibat derasnya hujan itu, kata Zarman, menyebabkan kondisi Kota Pekanbaru diguyur hujan dengan intensitas yang tinggi.

"Ia menyebut mayoritas pada wilayah Pekanbaru Kota digenangi banjir. Ketinggian banjir mencapai betis orang dewasa," tegas Zarman.

Sebelumnya diberitakan, BPBD Riau sepekan lalu sempat mengaku bahwa banjir di Pekanbaru tidak ada hubungan dengan TMC alias Hujan Buatan, yang memang dilakukan guna mengatasi dampak kemarau dan karhutla.

Padahal saat itu, prakiraan cuaca BMKG menyebutkan, sirkulasi siklonik terpantau memanjang dari Aceh, Sumatera Utara, Riau hingga Bengkulu.

Sirkulasi siklonik adalah pusaran angin yang membawa massa udara atau uap air sebagai faktor utama pembentuk awan yang akan bergerak ke arah pusaran angin tersebut.

Cuaca hujan, namun anggaran modifikasi cuaca sudah yang sudah terlanjur dibelanjakan, semisal garam, membuat BRIN dan BPBD Riau, terus menabur garam di langit dalam rangka TMC.

Di Pekanbaru, terjadi petir dan hujan yang tinggi hingga berdampak terhadap banjir.

"Tujuan TMC kali ini adalah untuk pencegahan karhutla, dengan cara membasahi gambut dan menjaga TMAT gambut pada sejumlah kubah gambut untuk antisipasi kemarau dengan memanfaatkan potensi cuaca yang masih tersedia dimasa transisi menuju musim kemarau," ujar Kalaksa BPBD Riau M Edy Afrizal, dalam pernyataannya kepada Beritariau.com, Minggu (17/4/22) lalu.

DiaDia beralasan, penyebab terjadinya banjir di Kota Pekanbaru pada Kamis 14 April hingga Jumat 15 April 2022 lalu diakibatkan oleh adanya pertemuan/perlambatan kecepatan angin (konvergensi) yang drastis di langit Kota Pekanbaru.

"Dari data penakar hujan BMKG, hujan cukup deras dan berlangsung lama terjadi malam hari. Hujan dengan intensitas tinggi terjadi mulai sekitar pukul 22.00 WIB," jelasnya.

Bahkan, mengacu pada waktu mulai terjadinya hujan, dia menyebutkan tidak ada hubungannya antara kegiatan TMC yang dimulai tanggal 14 April 2022 di Kabupaten Pelalawan, Inhil dan Inhu, dengan banjir yang terjadi di Kota Pekanbaru yang terjadi mulai 15 April 2022 dinihari

"Karena rentang waktu (TMC) dan lokasi kegiatan terpisah jauh," ungkapnya. (*)