Forum RT/RW Tuntut Proyek Galian Pipa PDAM yang Hancurkan Jalan Pemuda Pekanbaru

Forum RT/RW Tuntut Proyek Galian Pipa PDAM yang Hancurkan Jalan Pemuda Pekanbaru

Proyek galian pipa PDAM di Jalan Pemuda, Kecamatan Payung Sekaki, Pekanbaru, membuat kerusakan di sepanjang jalan | Foto : Jakop/Beritariau

Beritariau.com, Pekanbaru - Proyek galian pipa PDAM di Jalan Pemuda, Kecamatan Payung Sekaki, Pekanbaru, membuat warga resah. Kondisi ini terjadi karena hampir semua infrastruktur jalan umum mengalami kerusakan parah.

Akibat penggalian ini, seluruh Forum RT/RW Kelurahan Tirta Siak Kecamatan Payung Sekaki, menuntut proyek penggalian pipa PDAM yang saat ini tengah berjalan.

Ketua RT 3 Kelurahan Tampan, Syahrial, mengatakan, akibat proyek galian pipa PDAM ini, banyak jalan berlubang dan membahayakan pengendara motor.

"Mereka (pekerja proyek PDAM) hanya menghancurkan jalan saja. Orang jatuh dijalan siapa yang mau bagi obat, setelah mereka kerja, nggak diperbaiki jalan yang rusak ini," cetus Syahrial, kepada beritariau.com, Minggu (17/4/2022).

Sementara itu, Ketua RT 03 Kelurahan Tirta Siak, Agus Suparyono, mengatakan, pengerjaan proyek galian pipa PDAM ini telah beroperasi dari tahun 2017 hingga tahun 2022.

Proyek ini dikerjakan dari titik Tempat Pemakaman Umum (TPU) hingga menuju Jalan Pemuda ujung.

"Banyak jalan hancur dan berlubang, terpaksa masyarakat yang menutup kembali, ini yang kelima kali masyarakat sendiri yang nutup," kata Agus.

Menurut dia, proyek penggalian pipa PDAM telah dimulai tahun 2017. Item pengerjaan pengembalian kondisi/perbaikan timbunan hanya menggunakan material seadanya harusnya menggunakan material batu pecah.

"Pemadatan seadanya mengakibatkan bahu jalan turun, muncul genangan air. Selama kurang lebih 4 tahun, Jalan Pemuda hancur dan pemerintah tidak ikut campur tangan dalam perbaikan, warga swadaya memperbaiki sendiri," jelasnya.

Perbaikan bahu jalan yang berada di lokasi Jalan Kayu Manis Simpang Jalan Riau, menggunakan batu kerikil harusnya menggunakan batu pecah.

"Secara teknis sudah banyak menyalahi. Tebal pengaspalan juga tidak sesuai dengan tebalnya aspal sebelumnya, hal ini yang membuat konstruksi jalan yang ada tidak kuat menahan beban dan membuat aspal menjadi rusak," jelasnya.

Penggalian di Jalan Pemuda lebar 40 centimeter, perbaikan aspal tidak sempurna, hanya menggunakan stamper dan pemadatan aspal tidak maksimal.

"Dari masalah-masalah itu kami warga RT 03 RW 02 Dan RW 09 Kelurahan Tirta Siak menolak adanya proyek galian pipa PDAM di Jalan Pemuda dan sekitarnya," tegasnya.

General Manager Satuan Pengawas Internal (SPI) PDAM Tirta Siak Pekanbaru, Reki Simatupang, saat dikonfirmasi perihal keluhan warga Jalan Pemuda itu, mengaku tidak mengetahui persis dimana titik lokasi proyek tersebut.

"Jika ada titik yang berdampak akibat pengerjaan PDAM, bisa buat laporan kepada saya dan akan saya ajukan ke kantor. Jika itu benar, kami akan cek karena jalan itukan dilalui mobil besar juga," jelasnya.

Menurut dia, proyek penggalian PDAM di Jalan Pemuda itu dikerjakan oleh PT PP Tirta Madani. Dalam pengerjaan, perusahaan pengerjaan proyek, biasanya akan mengganti kerugian yang ditimbulkan.

"Kemungkinan itu (jalan,red) akan diperbaiki ulang, mungkin belum saatnya, jika sudah selesai akan diperbaiki," katanya. (*)

Terkait