Tips Kapolsek Tenayan Raya Antisipasi Tindak Kriminalitas di Bulan Ramadhan
ilustrasi.
Beritariau.com, Pekanbaru - Ditengah-tengah kesibukan masyarakat menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan penuh berkah ini, biasanya disaat itu pula maraknya sering terjadi tindak kejahatan.
Pada umumnya, salah satu kejahatan yang sering terjadi adalah pembongkaran rumah atau sering disebut pencurian dengan pemberatan (Curat), yang terjadi bersamaan pemiliknya sedang pulang ke kampung ataupun pergi lama dalam kepentingan lainnya.
Kapolsek Tenayan Raya, Manapar Situmeang, melalui Kanit Reskrim, Iptu M Bahari Abdi memberikan tips dan himbauan agar masyarakat selalu hati-hati serta meningkatkan kewaspadaan dengan mengatisipasi adanya hal yang tidak diinginkan.
Bahari Abdi mengakui, memang selama beberapa hari memasuki bulan ramadhan ini. Pihaknya banyak menerima laporan masyarakat Kecamatan Tenayan Raya, terkait kejahatan kriminal yang tengah terjadi saat ini.
"Tiap hari ada laporan masuk dari masyarakat," aku Abdi kepada beritariau.com (19/04/2022).
Apresiasi disampaikan Bahari Abdi, bagi masyarakat yang telah mempercayakan penyelesaian permasalahan yang dihadapi dengan berkoordinasi dengan pihak berwenang (Kepolisian).
Mantan Kanit Reskrim Polsek Bukit Raya ini juga meminta dan menghimbau masyarakat tetap waspada demi tercipatanya rasa aman.
"Menciptakan rasa aman itu bukan hanya tugas kepolisian semata. Bisa dimulai dari diri sendiri dengan meningkatkan kewaspadaan," terang pria akrab disapa Abdi ini.
Abdi pun turut memberikan tips agar dapat terhindar dari aksi kejahatan yakni dengan memastikan mengunci pintu saat hendak meninggalkan rumah. Kemudian, tidak meninggalkan barang berharga, uang dirumah.
Selain itu, Abdi juga menyarankan agar masyarakat yang ingin meninggalkan rumahnya dalam waktu yang lama agar dapat berkoordinasi dengan tetangga agar melakukan pengawasan dan menitipkannya.
Kemudian, Abdi meminta bagi kaum perempuan saat berpergian agar minta ditemani dan tidak menggunakan perhiasan atau memperlihatkan barang berharganya. Sehingga dapat memancing para pelaku menjalankan aksinya.
Lalu, Abdi menyarankan, apabila masyarakat yang hendak mengambil uang dalam jumlah yang banyak di Bank, dalam hal ini pihaknya menyediakan pengawalan tanpa dipungut biaya.
"Namun apabila masih terjadi kita pasti selalu menindak lanjuti terhadap setiap laporan kriminal di masyarakat yang tengah terjadi maupun akan terjadi," pungkas Abdi.***

