Warga Minta Polisi Tangkap Truk Kayu Perusahaan
Sita truk kayu ilegal, warga Lipat Kain hadang dan Sandera polisi

Ilustrasi | Beritariau.com 2014
Beritariau.com, Pekanbaru - Tak terima warganya diamankan polisi saat tengah membawa kayu hasil hutan, Jumat (28/11/14), ratusan massa bersama keluarga pelaku justru menyandera kendaraan polisi dan barang bukti. Beruntung aksi anarkis itu dapat dinetralisir, setelah Polres Kampar menerjunkan puluhan personil Brimob.
Kejadian berawal ketika tim Opsnal Polres Kampar mencegat truk cold diesel berplat Sumatera Barat (Sumbar) saat melintas di ruas jalan lintas Lipat Kain Kabupaten Kampar, Jumat sekitar pukul 09.30 Wib. Sewaktu diperiksa, truk yang dikendarai Armen Zein (33) serta kernetnya Dedi Amrin (31) tengah membawa 47 tual kayu campuran, yang tak dilengkapi dokumen.
Kayu ini, diketahui diambil dari hutan kebun masyarakat, untuk selanjutnya diganti dengan tanaman sawit dan karet. Dari temuan ini, polisi lalu menggiring keduanya beserta barang bukti ke Mapolsek Kampar Kiri untuk diamankan. Saat itu, situasi masih kondusif dimana pelaku tidak melawan dan mengakui perbuatannya.
Lalu, saat polisi hendak memindahkan barang bukti itu ke Mapolres Kampar sekitar pukul 17.30 Wib, polisi justru dihadang ditengah jalan persisnya disimpang Kebun Durian, oleh ratusan massa dan kerabat dari pelaku. Kalah jumlah, polisi pengawalan yang dipimpin langsung oleh Kanit II Reskrim dan anggota Opsnal serta Sabhara, tak bisa berbuat banyak.
"Anggota kita dicegat oleh sekitar 350 orang, lalu mereka menyandera mobil truk yang jadi barang bukti, serta mobil Toyota Fortuner milik petugas. Informasinya, mereka ini merupakan kerabat pelaku serta warga setempat," terang Kepala Bidang Humas Polda Riau, AKBP Guntur Aryo Tejo SIK, Sabtu (29/11/14), siang.
Tak hanya itu, mereka juga sempat menghentikan dan menyandera 2 unit truk tronton bermuatan kayu yang kebetulan lewat. "Alasannya, kenapa kayu milik perusahaan tak pernah ditangkap, sedangkan kayu milik masyarakat untuk cari makan selalu ditangkap," pungkas Guntur.
Mendapat laporan itu, Kapolres Kampar AKBP Ery Apriyono, bersama Dalmas Polsek berjumlah 70 orang, serta jajaran Sabhara sekitar 50 personil segera menuju lokasi, untuk melakukan pembebasan terhadap 2 truk tronton dan Toyota Fortuner milik anggota kepolisian.
"Saat itu, personil dibagi menjadi 2 regu, dimana sisanya melakukan pengejaran terhadap truk cold diesel milik pelaku yang sempat dibawa kabur pihak kerabatnya ke desa Sungai Pagar," kata Kapolres Kampar AKBP Ery Apriyono.
Lalu setelah melakukan mediasi dengan Ketua Pemuda Sungai Pagar, polisi akhirnya diperbolehkan membawa truk yang sebelumnya dilarikan pihak keluarga pelaku, untuk dibawa ke Mapolres Kampar, guna proses penyelidikan lebih lanjut. "Setelah ada mediasi, polisi membawa truk tersebut ke Mapolres dengan dikawal personil," pungkasnya. [pan]

