Tolak Jokowi Datang, Mahasiswa se Riau Bentrok dengan Aparat

Ilustrasi | Beritariau.com 2014
Beritariau.com, Pekanbaru - Ratusan mahasiswa dari HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) dan BEM se Riau, Selasa (25/11/14) sekitar pukul 16.00 sore, berunjukrasa menolak kedatangan Presiden Jokowi ke Riau. Dalam aksi yang digelar di depan stasiun Radio Republik Indonesia (RRI) itu, para mahasiswa sempat Live On Air (mengudara di radio).
Dari informasi kepolisian, aksi yang digelar sore itu diwarnai kericuhan. Bahkan, ada anggota pengunjukrasa yang terluka. Pasalnya, surat pemberitahuan yang dilayangkan oleh para mahasiswa itu ditolak oleh aparat dengan alasan keamanan.
Meski demikian massa yang berjumlah sekitar 150 orang itu, tetap diberi kesempatan menggelar orasi secara live di radio milik negara tersebut.
Awalnya aparat kepolisian dari jajaran Polsek Pekanbaru Kota dan Polresta Pekanbaru membiarkan mahasiswa beraksi asal mau menjaga suasana tetap kondusif. Namun, usai On Air dan istirahat sholat, mahasiswa ternyata kembali melakukan orasi, yang seharusnya sudah selesai.
Akhirnya bentrokan terjadi. Mahasiswa yang tak mau dibubarkan merapatkan barisan. Polisi dari kesatuan Sabhara juga bertindak serupa. Bentrokan pun tak terelakkan.
"Setelah live on air, mereka sholat di musholla. Namun, setelah sholat, mereka berorasi kembali dan tak mau bubar," terang Kapolsek Pekanbaru Kota, Kompol Dana.
Polisi terpaksa mengambil tindakan pembubaran yang akhirnya berujung pada bentrok fisik.
Akibat kejadian itu, sejumlah mahasiswa jatuh pingsan, dan beberapa diantaranya terluka, yang kemudian dibawa ke RS Ibnu Sina untuk mendapat perawatan. [Pan]

