Opini

Analisis Kendala Penerapan Pembelajaran Tematik Pada Masa Pandemi

Analisis Kendala Penerapan Pembelajaran Tematik Pada Masa Pandemi

FOTO : Dokumentasi Tim Penulis/Mahasiswa UIR Saat Melakukan Kunjungan ke SDN 017 Pandau | Istimewa

Pandemi Covid-19 telah memberikan perubahan signifikan atas kelangsungan sistem pendidikan. Saat ini, pandemi menjadi tantangan dalam mengembangkan kreativitas terhadap penggunaan teknologi.

Namun, teknologi tetap tidak dapat menggantikan peran guru dan interaksi belajar antara pelajar dan pengajar. Sebab, edukasi bukan hanya sekedar memperoleh pengetahuan, tetapi juga tentang nilai, pendekatan, kerja sama serta kompetensi.

Dalam menghadapi pandemi, pemerintah secara resmi mengeluarkan kebijakan pembelajaran daring. Hal ini, menjadi tantangan bagi pengajar dalam melaksanakan pembelajaran Tematik. Sebab, pembelajaran tematik dilaksanakan dengan menggunakan prinsip pembelajaran terpadu dengan tema pemersatu kegiatan.

Titik Iswati, dalam artikelnya mengatakan pembelajaran tematik berpusat pada siswa dalam memberikan pengalaman langsung, menyajikan konsep dari berbagai mata pelajaran, fleksibilitas, hasil pembelajaran sesuai dengan minat dan kebutuhan siswa dan menggunakan prinsip bermain sambil belajar.

Pembelajaran yang disajikan, memadukan beberapa mata pelajaran sekaligus dalam satu kali tatap muka untuk memberikan pengalaman yang bermakna bagi peserta didik. Karena peserta didik dalam memahami sebuah konsep yang mereka pelajari, selalu melalui pengalaman langsung dan menghubungkannya dengan konsep lain yang telah dikuasai.

Namun, akses untuk mengikuti pembelajaran daring malah menghasilkan kesenjangan diantara siswa. Hal ini pun, mendorong Pemerintah mengeluarkan kebijakan Pertemuan Tatap Muka (PTM) terbatas melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri tentang panduan penyelenggaraan pembelajaran di masa pandemic COVID-19.

Campur aduk kesesuaian antara PTM terbatas dengan penerapan pembelajaran tematik sangat terasa. Karena, Pengajar dituntut untuk lebih aktif serta kreatif dalam menyampaikan materi pembelajaran dalam yang waktu pertemuan terbatas.

Disamping itu, PTM terbatas juga mengurangi peluang tercapainya tujuan pembelajaran. Pasalnya, Tematik membutuhkan waktu yang banyak untuk melakukan pendekatan kepada para Siswa dalam proses belajar dan Pengajar juga dituntut untuk memperhatikan satu per satu kebutuhan muridnya.

Dalam hal ini, Pengajar/Guru harus lebih melibatkan Orangtua Siswa dalam menyampaikan pembelajaran dan mengingatkan orangtua untuk mengawasi prokes Siswa sebelum pembelajaran tatap muka dimulai.

Tak hanya itu, Pengajar juga dituntut mampu mengawasi prokes secara ketat pada saat pelajaran Tematik berlangsung sambil melakukan pendekatan pembelajaran kepada masing-masing Pelajar. (*)

Para Penulis adalah Mahasiswa Universitas Islam Riau, Fakultas PGSD (Pendidikan Guru Sekolah Dasar), Pembelajaran Tematik, Semester 3.