Kerap Dituduh Selingkuh dan Mendapat Penganiayaan
Dendam Kesumat, Oknum Guru Tebas Leher Suaminya
Ilustrasi.
Beritariau.com, Pekanbaru - Tak tahan terus menerus dianiaya, atas tuduhan perselingkuhan. Oknum guru inisial M yang juga Ibu rumah tangga (IRT) di Dusun 3 Desa Puo Raya, Kecamatan Tandun, Kabupaten Rohul. Menjadi beringas, hingga nekad menebas leher Bastian suaminya.
Karena dendamnya kesumat yang tak tertahankan, suaminya yang sempat memberikan perlawanan takluk hingga menemui ajalnya.
Sebelum menghabisi pria yang telah memberikan nya tiga anak itu. Suaminya kerap menuduhnya telah melakukan perselingkuhan dengan pria idaman lain (Pil).
Kapolres Rokan Hulu AKBP Eko Wimpiyanto Hardjito SIK, melalui Paur Humas Aipda Mardiono SH, menjelaskan, tindakan sadis ini bermula saat pelaku mengaku dituduh Bastian pernah mendapati percakapannya secara pribadi dengan pria di Facebook.
Sejak itu, Bastian yang terbakar api cemburu kerap menuduh istrinya selingkuh hingga sering terlibat cekcok dan sering berbuat kasar.
“Sejak dituduh selingkuh, pelaku mengaku sering dipukuli hingga diinjak. Sehingga M ini merasa sakit hati atas tuduhan dan perlakuan kasar tersebut,” jelas Aipda Mardiono, Sabtu (4/9/2021).
Puncaknya, saat keduanya terbangun Jumat (3/9/2022) pagi sekitar pukul 8.00 WIB dan kembali terjadi cekcok mulut. Kemudian, Bastian mengajak istrinya ke sekolah bermaksud mempermalukannya ditempat pelaku mengajar.
Merespon ajakan suaminya, M melawan sembari mengancam akan membacok kaki Bastian. Karena terus disinggung tanpa aba-aba pelaku langsung mengambil parang didinding kamar.
Bastian yang masih diatas kasur, langsung ditebas pelaku ke bagian kanan lehernya. Seketika korban yang merasakan sakit, langsung terbangun dan berusaha melawan dan merebut parang.
Namun, meski tangan jari manis M mengalami luka. Parang yang terjatuh ke atas ranjang kembali diraihnya, kemudian kembali menebas leher suaminya hingga terkapar berlumuran darah.
Melihat suaminya tidak bernyawa, kemudian pelaku menutup wajah korban menggunakan selimut. Dari kamar, dia menemui tiga anaknya dan menceritakan apa yang terjadi.
Kaget mendengar penuturan ibunya, dua anaknya langsung menghubungi kakak pelaku yang berada di Kampar, agar datang kerumah.
Kemudian pelaku M kembali kekamar, lalu mengepel darah yang berserakan di lantai dan membakarnya di belakang rumah serta sempat mengumpulkan pakaian.
Sekitar pukul 12.20 WIB kakak pelaku bersama suaminya dan adiknya tiba di rumah, dan menanyakan apa yang sebenarnya terjadi.
Setelah diceritakan, ketiganya menyarankannya agar pelaku melaporkan apa yang terjadi ke Polisi. Setelah sepakat, abang ipar dan adiknya melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Tandun.
Lebih kurang satu jam kemudian, sekitar pukul 13.10 WIB, Kapolsek Tandun AKP Sordaman Sinaga bersama personel dan pihak keluarga mendatangi ke lokasi, untuk melakukan olah TKP.
“Tim dilokasi turut mengamankan pelaku M beserta barang bukti satu parang beserta sarungnya. Kemudian selimut warna biru motif ikan, kain bekas terbakar dan satu set pel lantai, serta satu spring bad merk Bearland,” jelas Mardiono.***

