Kunker ke Riau, Risma Marah, PKH Banyak Tak Disalurkan
Menteri Sosial (Mensos) Dr Ir Tri Rismaharini MT, didampingi Wagubri dan Forkopimda saat kunjungan kerja ke Provinsi Riau.
Menteri Sosial (Mensos) Dr Ir Tri Rismaharini MT bersama rombongan melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Provinsi Riau, Selasa (31/8/2021) meninjau penyaluran Program Keluarga Harapan (PKH).
Sama seperti Kunker sebelumnya, dibeberapa kota di Indonesia. Walikota Surabaya ini juga sempat marah-marah, karena masih banyak PKH yang belum disalurkan.
Marahnya Risma ini, ketika mendengar adanya masyarakat di lima daerah banyak belum menerima bantuan PKH. Dimana rendahnya realisasi PKH tahap I dan II dibeberapa daerah tersebut.
Apalagi, Kader PDIP ini juga mendengar banyak ditemukan bantuan PKH di Riau tidak terdistribusi dan tidak transaksi.
Adapun, lima lima kabupaten/kota disebutkan rendah penyaluran bantuan PKH antara lain, Kota Pekanbaru, Kampar, Pelalawan, Rokan Hulu hingga Indragiri Hilir.
“Apa sebab dan yang menjadi persoalan pendamping PKH dan Dinas Sosial Kabupaten/Kota, bantuan bagi masyarakat miskin itu mengapa tidak didistribusikan?,” tanya Risma.
Sementara itu, Risma juga mendapat laporan bahwa ada lima kabupaten/kota sebanyak 74 dana PKH tahap I tidak terdistribusi, dan tidak melakukan transaksi ada 202 KK.
Selanjutnya, juga ada 822 KK tidak terdistribusi pada PKH tahap II dan 2.662 tidak melakukan transaksi.
Meskipun mendengar, kesulitan yang dihadapi para pendamping bahwa sulitnya akses untuk pengambilan bantuan ke daerah terisolir. Namun, Risma menegaskan, tidak mau tahu alasan tersebut.
“Saya tidak mau tahu, semua pihak terkait agar segera menyelesaikan penyaluran PKH hingga pekan depan,” tegas Risma.
Dia menegaskan, percuma pihaknya menganggarkan PKH tes, jika penyaluran tidak bisa digesa ke masyarakat.
“Karena kalau tidak disegerakan bisa terblokir,” ungkap Risma.
Selain itu, Mensos juga meminta pihak Perbankan jemput bola, agar bantuan diserahkan secara langsung bagi masyarakat yang tinggal jauh di pelosok cepat disalurkan.
“Kasihan masyarakat harus bolak-balik ngurus, dan mengeluarkan uang hingga 200 ribu untuk transportasi. Ini kan ngak manusiawi mamanya pak,” ketua Mensos dihadapan para undangan.
Risma juga mempertanyakan, dimana kartu PKH ini sekarang?. Sehingga menyebabkan penyalurannya tersendat.
“Saya minta hari ini juga semua didistribusikan, yang diblokir segara buka blokirnya. Bapak dosa lho kalau tidak menyalurkan, ini hak orang miskin,” tegasnya lagi.***

