Jaga Hutan, Pemprov Riau Luncurkan Program Adopsi Pohon

Gubernur Riau Syamsuar
Beritariau.com, Pekanbaru - Gubernur Riau Syamsuar, membuat program adopsi pohon di kawasan perhutanan sosial, dan kawasan hutan lainnya. Program Riau hijau yang pertama kali ini diharapkan mampu menjaga hutan agar kondisi udara tetap terjaga.
Cara kerjanya, setiap orang maupun organisasi atau perusahaan memberikan donasi kepada masyarakat sekitar yang menjaga dan melestarikan pohon-pohon di kawasan hutan.
"Program ini diharapkan mampu memberikan kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat Riau di daerah, dalam memanfaatkan lahan perhutanan sosial," ujar Syamsuar, Rabu (11/8).
Syamsuar mengajak seluruh komponen masyarakat dalam upaya pemerintah untuk kehidupan yang lebih baik. Adopsi pohon di Riau, salah satu langkah menuju Riau Hijau demi lestari hutan.
"Ini bentuk penguatan komitmen kelestarian hutan bagi masyarakat. Konsensi menuju Riau Hijau ditunjukkan dengan aksi nyata, untuk meningkatkan baik ekonomi sosial budaya," katanya.
Menurut Syamsuar, perhutanan sosial diarahkan model mata pencaharian masyarakat yang memiliki potensi pendapatan masyarakat seperti madu kelulut, buah-buahan, dan penghasilan lainnya.
"Manfaat penghijauan hutan termasuk dalam program donasi pohon ini untuk mengurangi atau menurunkan emisi karbon," jelasnya.
Syamsuar memerlukan bantuan dari perusahaan-perusahaan dalam menciptakan Riau hijau melalui donasi pohon itu.
"Manfaat donasi ini akan langsung diterima masyarakat pengelola hutan, ini juga bagian sosial dari perusahaan dalam mengurangi emisi karbon dalam pembangunan rendah karbon di Riau," jelasnya.
Dia juga meminta komitmen semua pihak agar mengawal program tersebut melalui pendampingan. Sebab, itu dilakukan untuk membangun kepercayaan publik.
"Dengan dukungan semua lembaga, kegiatan ini akan dapat diwujudkan bersama," tegasnya.
Sementara itu, DPW Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia Riau turut mengadopsi 200 pohon untuk mendukung program Pemprov Riau. Sekretaris DPW Apkasindo Riau Djono A Burhan sebanyak 200 pohon yang mereka adopasi itu merupakan tanaman hutan.
"Adopsi itu sendiri dilakukan sebagai bukti kepedulian serta dukungan petani sawit yang tergabung dalam Apkasindo dengan program Adopsi Pohon dari Pemprov Riau," jelasnya.
Menurut Djono, meski jumlah yang mereka asopsi masih sangat kecil, tapi semangat mereka sebagai petani di atas segalanya.
"Kami petani komitmen untuk berdampingan dengan kelestarian hutan," jelasnya.
Sementara itu, Ketua Umum DPP Apaksindo Gulat Mendali Emas Manurung yang juga hadir dalam peluncuran program tersebut mengatakan pihaknya akan turut berpartisipasi sebagai pengadopsi tanaman kehutanan.
"Semua harus berperan serta, termasuk petani sawit. Saya akan mengimbau kepada 22 DPW Provinsi Apkasindo untuk ikut mendukung program ini. Karena ini yang pertama di Indonesia, jadi harus diketahui petani sawit di seluruh negara ini," kata Gulat.
Menurut Gulat, semangat yang terbungkus dalam Program Adopsi Pohon itu untuk kepentingan bersama. Bahkan juga menjadi nilai utama, khususnya bagi Apaksindo.
"Strategi Gubernur Riau ini demi lingkungan. Riau harus menjadi rujukan Indonesia atas kebaikan sawit dan kemesraan antara sawit dengan kelestarian hutan. Apalagi Riau itu terkenal dengan Program Riau Hijau. Ini salah satu kendaraan menuju ke sana," katanya.
Gulat mengaku kecewa dengan minimnya keterlibatan korporasi sawit dalam program Syamsuar tersebut. Padahal di Riau ini korporasi sawit mencapai 600an termasuk kebun dan pabrik kelapa sawit.
"Namun, yang hadir hanya korporasi di bawah naungan GAPKI, sisanya tiarap. Jika semua korporasi sawit bahu membahu untuk program Adopsi Pohon ini maka akan sangat terbilang manfaatnya untuk ke depannya," jelasnya
Jika korporasi dikonversikan per 100 hektare dan mengadopsi 10 pohon di Riau, dengan adanya 2 juta hektare lahan korporasi maka sudah teradopsi 200.000 ribu pohon kehutanan.
"Hal ini tidak lah begitu sulit mencapainya, jika sadar. Semoga semua korporasi sawit tergerak hatinya untuk berkolaborasi jadi pengadopsi tanaman kehutanan," ucapnya.
Gulat juga mengatakan jika petani yang diberi kesempatan maka akan memberi manfaat untuk kepentingan bersama. Sebab, kata Gulat, petani sawit akan sangat semangat dengan program tersebut.
"Kita akan berupaya menambah tanaman adopsi ke depannya dan menyemangati DLHK supaya tetap semangat menyukseskan program mulia ini," tandasnya.
Dirjen Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (PSKL) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Bambang Supriyanto mendukung program Adopsi Pohon Riau yang sudah diresmikan oleh Gubernur Riau saat peresmian program itu melalui virtual.
"Saya sangat mendorong program ini dan nanti di dalam implementasinya tentunya secara teknis bisa kita diskusikan ke depannya," kata Bambang.
Bambang berharap program ini dapat memberikan kesejahteraan bagi masyarakat. Serta membuat ruang hidup masyarakat lebih baik lagi dan menumbuhkan perekonomian regional dalam konteks perekonomian nasional.
Selain itu, semua pihak terkait dapat berperan untuk membantu menaikkan stok karbon dan mengurangi emisi.
"Dalam konteks adopsi pohon ini yang mengelola langsung ialah rakyat sendiri, tidak melalui perantara lainnya," ucapnya.
Menurut Bambang, program ini merupakan tanggung jawab bersama antara pihak dari swasta dan masyarakat untuk keberlanjutan Riau Hijau.
Selain itu, donasi yang diberikan dalam program adopsi pohon ini dapat dipertanggung jawabkan dengan penambahan stok karbon karena menjadi kompensasi terhadap emisi yang dikeluarkan.
"Tentunya kalau itu dimasukkan di dalam kinerja perusahaan benefit terhadap lingkungannya pasti ada tahapan-tahapan yang bisa menunjukkan bagaimana kinerjanya," tuturnya.
Bambang menyarankan bahwa dana yang diperoleh itu selain digunakan untuk menanam, sebagiannya itu diberikan kepada masyarakat untuk pemberdayaan ekonominya. (*)

