Warga Mengadu Lahan Dirambah NSR dan NWR, Bupati Catur Langsung Telepon Asisten I

Bupati Kampar Catur Sugeng Susanto berbincang dengan perwakilan masyarakat Desa Rantau Kasih Kecamatan Kampar Kiri Hilir yang mengadu lahan mereka dirambah perusahaan, Kamis (5/8/2021)
BERITARIAU.COM, TAPUNG - Bupati Kampar, Catur Sugeng Susanto langsung menghubungi Asisten I Sekretariat Daerah Kampar, Ahmad Yuzar setelah mendengar keluhan warga, Kamis (5/8/2021). Keluhan itu terhadap land clearing yang dilakukan dua perusahaan.
Perwakilan masyarakat Desa Rantau Kasih didampingi Camat Kampar Kiri Hilir, Jaka Putra menemui Bupati Catur di rumah pribadinya di Desa Sei Lembu Makmur Kecamatan Tapung. Penyambutan Bupati Catur diawali dengan mendengar cerita warga.
Roni Datuk Marajolel mengaku lahan mereka dirambah PT. Nusantara Sentosa Raya (NSR) dan PT. Nusa Wana Raya (NWR). "PT. NSR dan PT. NWR melakukan land clearing sudah masuk ke lahan masyarakat. Perusahaan menganggap masuk konsesi perusahaan," katanya ditimpali M. Nasir Datuk Bijo dan Ninik Mamak lain.
Menurut Roni, Rantau Kasih adalah perkampungan yang sudah berusia ratusan tahun. Ia mempertanyakan dasar perusahaan mengklaim lahan masyarakat yang sudah diwariskan turun temurun.
"Kami mohon kepada Bapak Bupati untuk menyelesaikan dan mencari solusi agar sengketa ini berakhir dan masyarakat nyaman untuk bekebun di lahan mereka," pinta Roni.
Setelah mendengar cerita pemangku adat itu, Catur akan menjadwalkan pertemuan dengan perusahaan. Pemerintah Kabupaten Kampar akan mengkaji dan meneliti persoalan ini agar didapatkan solusi penyelesaiannya.
Catur pun menelepon Asisten I Sekretariat Daerah Kampar, Ahmad Yuzar. Lewat sambungan seluler, Catur memerintahkan Yuzar membentuk tim yang akan turun ke lokasi.
"Tim tinjau lapangan, selanjutnya pertemuan dengan perusahaan, nanti saya langsung yang akan pimpin rapat itu," titah Catur. (*)

