Kata Dewan, Walikota Pekanbaru Kasih Sembako Awal Puasa

Kata Dewan, Walikota Pekanbaru Kasih Sembako Awal Puasa

Ketua DPRD Kota Pekanbaru, Hamdani MS, SIP | Beritariau.com2020

Beritariau.com Pekanbaru - Bantuan Sosial (Bansos) berupa paket sembako dan uang tunai untuk membeli lauk pauk, akan segera dikucurkan oleh Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru.

"Waktu teleconference dengan Walikota Pekanbaru beliau menyampaikan Insha Allah, 1 Ramadan 1441 H nanti akan dibagikan sembako," Kata Ketua DPRD Kota Pekanbaru, Hamdani MS SIP, kepada beritariau.com, Kamis (23/04/2020).

Dari 100 ton cadangan beras pemerintah (cdp), ada tambahan uang tunai untuk lauk pauk dari Pemko Pekanbaru yang terdampak Covid-19.

"Data masyarakat mana yang diberikan, nanti kita lihat dari Pemko. Karena dari data yang dihimpun RT/RW inikan masih ada validasi," jelasnya.

Dia menjelaskan jika lonjakan penerima bantuan cukup tinggi. Ada 500-600 ribu Kepala Keluarga (KK) yang terdampak. Dengan data itulah perlu dilakukan validasi yang lebih akurat.

"Kota Pekanbaru inikan kota perdagangan dan jasa. Artinya ketika diterapkan PSBB, ada penutupan atau pembatasan berkegiatan. Banyak usaha yang memilih meliburkan karyawan dan bahkan mem-PHK," terangnya.

Dari hasil kalkulasi perhitungan di lapangan, ada sekitar 60-70% warga Kota Pekanbaru terimbas pandemi Covid-19. Mulai dari sektor formal maupun informal.

"Semua kena (dampak). Jadi kita harap data ini jangan dibatasi, karena saya masih mendengar ada RT/RW membatasi, cuma 20 per RT katanya," jelasnya.

Dia ingin data yang sudah diambil di lapangan dibuka secara transparan setelah dilakukan verifikasi sesuai Petunjuk Teknis (Juknis) yang ada.

"Misal guru swasta, tidak bisa ngajar dan di rumahkan, tidak ada penghasilan, tidak ada gaji, ini yang diberikan oleh pemerintah," pintanya.

Untuk data yang telah di validasi kata politisi PKS ini, sampai sekarang ini belum asa diterimanya secara detail dan sektor yang terimbas.

"Tapi kalau untuk data secara global di teleconference itu ada sekitar 150 ribu KK lebih. Dan 2-3 hari ini perlu diverifikasi faktual. Camat Lurah diperintahkan untuk memverifikasinya segera," ucapnya. [Bam]