Bazar Sembako Murah Kosong, Disperindag Pekanbaru Diminta Tak Bikin Resah Masyarakat

Bazar Sembako Murah Kosong, Disperindag Pekanbaru Diminta Tak Bikin Resah Masyarakat

Kantor Camat Kecamatan Lima Puluh, Kota Pekanbaru

Beritariau.com Pekanbaru - Sukardi, warga yang ada di Kecamatan Lima Puluh, Kota Pekanbaru, mengaku kecewa. Sebab, bazar sembako murah yang dijanjikan lewat surat yang di edarkan melalui jejaring media sosial tersebut tidak terbukti.

"Ternyata kegiatan bazar murah sembako bagi warga itu bohong. Tak ada aktivitas di kantor camat, yang ada cuma orang bekerja pasang atap," katanya, kepada beritariau.com, Selasa (07/04/2020) siang.

Dia mengaku mendapatkan surat resmi dari Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) melalui jejaring media sosial WhatsApp. Isinya berhubungan dengan kegiatan pasar murah dan operasi pasar di kecamatan.

Dalam surat bernomor 511.2./OPD-32/345 yang ditandatangani oleh Kepala DPP Kota Pekanbaru, Ingot Ahmad Hutasuhut, dijelaskan adanya gugus tugas penanganan Corona virus disease (Covid-19) pasar murah yang diselenggarakan oleh Bulog Divisi Regional-Riau Kepri, bekerjasama dengan Baznas Provinsi Riau serta usaha ritel modern yang ada di Pekanbaru dengan jadwal yang telah dilampirkan

Ketua Komisi II DPRD Kota Pekanbaru, H Fatullah, saat dikonfirmasi, mengaku kecewa dengan Kepala DPP Kota Pekanbaru. Menurutnya, surat yang beredar itu membuat resah masyarakat Kota Pekanbaru, khususnya warga yang ada di Kecamatan Lima Puluh.

"Masyarakat jangan dibikin resah. Kalau sembako itu tidak ada jangan diedarkan suratnya. Kalau memang dibatalkan, dikoordinasikan lagi, jangan dibawa diam," cetus H Fatullah.

Katanya, banyak warga yang mengadu kepadanya terutama di Kecamatan Lima Puluh, mempertanyakan bazar murah sembako yang diselenggarakan di Kantor Camat. Saat masyarakat Lima Puluh datang, ternyata bazar itu tidak ada.

"Kalau memang belum pasti jangan diedarkan surat itu dulu. Kalau sudah pasti baru diedarkan. Jangan dikasih harapan masyarakat. Kita resah dengan virus Corona, tambah masalah ini lagi ," ucap Politisi Gerindra itu. 

Selain itu, Fatullah juga menyesalkan tidak adanya koordinasi Disperindag bersama Komisi II dalam penyelenggaraan operasi pasar dan bazar murah ditengah penyebaran wabah Covid-19 saat ini. Padahal katanya, eksekutif dan legislatif dalam hal ini adalah mitra kerja.

"Itu (pasar,red) bagian dari pengawasan kita. Jangan bikin kegiatan tak ada dikonfirmasi. Yang diserang masyarakat bukan Disperindag tapi DPRD nya. Orang bertanya  ke DPRD. Apalagi jadwal saat ini tanggal 7 April tepat di Kecamatan Lima Puluh. Ternyata tidak ada. Kan jadi malu jadinya," ungkapnya sesal.

Kepala Disperindag Kota Pekanbaru, Ingot Ahmad Hutasuhut, mengungkapkan jika dirinya tidak mengetahui darimana beredarnya surat tersebut. Dia juga membenarkan adanya surat itu, namun tujuan surat itu langsung dari Camat yang ada di Kota Pekanbaru.

"Warga selektif menerima informasi. Dalam surat itukan sudah jelas kalau camat diminta berkoordinasi dengan tim kecamatan untuk mengatur mekanismenya. Karena biasanya operasi pasar itu menumpuk, makanya harus dibuat protokol kesehatannya terlebih dahulu," ucap Ingot.

Mengenai adanya bazar sembako murah di Kecamatan itu diakuinya memang ada rencana. Disperindag dalam hal ini meminta Camat terlebih dahulu berkoordinasi ke tim Pinere Kecamatan karena adanya wabah Corona.

"Karena itu belum dapat, tentu kita lakukan re-schedule (jadwal ulang,red). Kemarin kita sudah rapat dengan camat, mudah-mudahan hari Kamis sudah ada kepastiannya," tutupnya. [Bam]