Isu Pekanbaru Lockdown 7 April Ternyata Hoax
.jpeg)
Beritariau.com, Pekanbaru - Kabar tentang adanya pemerintah Pekanbaru akan menutup kota Bertuah itu (Lockdown) sebagai antisipasi penanganan penyebaran virus Corona. Dalam pesan berantai melalui pesan singkat WhatsApp itu dituliskan lockdown akan berlangsung hingga 20 hari.
Dikonfirmasi terkait kebenaran informasi itu, Kepala Bagian Humas Setdako Pekanbaru Mas Irba H Sulaiman langsung membantah kebenarannya. Saat rapat terbatas (Ratas) yang berlangsung beberapa waktu lalu, dikatakannya Wali kota hanya melaporkan kondisi Pekanbaru saat ini.
"Itu tidak benar, pak wali hanya menyampaikan kondisi saat ini kepada pak Gubernur. Misalnya masih ada tempat ibadah yang masih buka, masih adanya keramaian dan kerumunan warga di beberapa titik wilayah di Pekanbaru," katanya.
"Kemudian Pak gubernur meneruskan laporan kondisi yang disampaikan Walikota ke pusat," tambahnya lagi.
Diterangkannya, untuk melockdown suatu daerah, pemerintah daerah tidak bisa memutuskan sepihak. Harus melalui persetujuan pusat.
"Jadi kalau ada kabar lockdown, itu jelas tidak benar," tegasnya.

