Brimob Polda Riau Gugur di Papua

Rumah Untuk Almarhum Hendra Saut Parulian Sibarani

Rumah Untuk Almarhum Hendra Saut Parulian Sibarani

Beritariau.com, Pekanbaru - Hendra Saut Parulian Sibarani, pemuda Batak yang mengabdikan dirinya sebagai Brigade Mobil Polda Riau kini telah menghadap Tuhan. Dia pergi untuk selama-lamanya, meninggalkan keluarga dan cintanya. 

Hendra merupakan sosok kebanggaan pasangan suami-istri, Lasto Sibarani dan Masdelina Boru Munthe. Anak ke dua dari tujuh bersaudara itu mematahkan keniscayaan. 

Keluarga Hendra jauh dari kata mapan. Rumah orang tuanya bahkan hanya berdinding papan yang terletak di kawasan padat pemukiman. Tekad Hendra kuat mematahkan ketakutan orang tuanya untuk masuk polisi akibat keterbatasan ekonomi. 

Hendra mungkin telah berpulang untuk selamanya. Jasadnya tak lagi berada di samping mereka yang mengenalnya. Namun, semangatnya akan tetap tumbuh. Tekadnya akan terus membara, tertanam jauh di lubuk hati para ksatria Bhayangkara. 

Hendra merupakan personel Brigade Mobil Polda Riau yang gugur saat melaksanakan pengamanan di Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua. Hendra, tergabung dalam Operasi Aman Nusa I di Bumi Cenderawasih, Papua sejak Agustus 2019 lalu. 

Hendra yang merupakan anak kedua dari tujuh bersaudara pasangan Lasto Sibarani dan Masdelina Boru Munthe gugur pada 18 Desember 2019 lalu. Kepulangan Hendra untuk selamanya itu meninggalkan duka mendalam bagi isteri terkasih, Hotmaida Sinaga. 

Kepolisian Daerah Riau menyerahkan sebuah rumah kepada Hotmaida Sinaga, istri Brigadir Kepala Anumerta Hendra Saut Parulian Sibarani personel Brigade Mobil Polda Riau yang gugur saat menjalankan tugas pengamanan di Papua. 

Kapolda Riau Inspektur Jenderal Polisi Agung Setya Imam Effendi memberikan secara simbolis rumah kepada keluarga korban sebelum acara pemakaman Bripka Anumerta Hendra di Pekanbaru, Minggu pagi. 

"Tali asih sebuah rumah untuk keluarga," kata jenderal bintang dua itu.

"Kita tahu semangat dan dedikasinya yang bersangkutan sungguh luar biasa bagi kita semua. Inspirasi kita semua yang masih aktif ini untuk (melakukan) lebih dari yang bersangkutan," lanjut Agung.

Pada Minggu pagi ini, atau tiga hari sebelum perayaan Natal, Hendra dimakamkan. Prosesi pemakaman secara militer dilakukan di Taman Makam Pahlawan Pekanbaru. 

Agung bersama ratusan personelnya mengantar Brigadir Kepala (Anumerta) Hendra Saut Parulian Sibarani ke tempat peristirahatan terakhirnya itu. 

Iring-iringan yang melibatkan para perwira tinggi polisi, menengah hingga Bintara dimulai dari Markas Polda Riau ke taman makam pahlawan (TMP) Kusuma Dharma Jalan Jenderal Soedirman, Kota Pekanbaru, Minggu pagi. 

Brigadir Hendra merupakan anggota Ton 4 Ki 1 Yon A Pelopor Brimob Polda Riau tergabung dalam Ops Aman Nusa I Brimob Polda Riau BKO Polda Papua. Korban berangkat ke Papua pada Agustus 2019 lalu. Brigadir Hendra lahir di  Batam, Provinsi Kepulauan Riau, 24 Oktober 1986. Hendra kemudian mendapat penghargaan kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi menjadi Bripka Anumerta. 

Penganiayaan terhadap Brigadir Hendra terjadi di Mapolres Yahukimo, Rabu (18/12) sekitar pukul 11.23 WIT. Selain Brigadir Hendra, sekelompok warga juga menganiaya anggota Polres Yahukimo, Bripda Agustinus Nabu (19) dan Nikolaus Ribo Situr (31).