Nasib Inem Sang Ibu Muda di Tembilahan, "Digilir" Pemuda Kecamatan

Ilustrasi | Beritariau.com 2014
Beritariau.com, Pekanbaru - Areal kuburan Cina di Pulau Kijang, Kecamatan Reteh Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), menjadi saksi kebejatan 2 orang pemuda terhadap Inem (24), nama samaran seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) warga Tembilahan Kecamatan Reteh Inhil malam itu.
Bak kata pepatah "sudah jatuh, tertimpa tanggal pula". Usai diperkosa 2 pemuda tadi, Ia pun kabur.
Namun, 3 orang pria lain yang dijumpainya ditengah jalan saat meminta tolong, justru menyeretnya ke sebuah ruang kelas di Gedung SMP Pulau Kijang Kecamatan Reteh. Lalu, tubuhnya dinikmati satu dari 3 pemuda itu. Lengkaplah sudah penderitaan Inem di satu malam kelabu itu.
Sedangkan 2 orang lain tak sempat mencabuli, karena Inem keburu kabur. Dengan kondisi trauma, korban melaporkan kejadian yang dialaminya ke Polres Inhil.
"Kasus ini tengah kita selidiki, korban sudah kita mintai keterangannya, dan pelaku juga telah kita tangkap," kata Kasat Reskrim Polres Inhil, AKP Ade Zamra, Minggu (02/11/14).
Data yang dirangkum dari Kepolisian, kejadian itu berawal saat Inem diajak bertemu oleh 2 orang pemuda, Wage (21) dan Dodi (25) pada Kamis (30/10/14) malam. Karena kenal, tanpa rasa curiga Inem menerima tawaran pertemuan itu.
Ia pun mau saja dibonceng kedua pelaku dengan 1 motor dan dibawa ke areal kuburan cina itu.
Sesampainya di lokasi, Inem dipaksa kedua pelaku untuk melakukan hubungan intim, meski awalnya menolak, Inem tak kuat melawan tenaga kedua pria yang memaksanya itu.
Akhirnya Inem pasrah dijadikan Wage dan Dodi sebagai tempat pelampiasan nafsu sahwat. Sedangkan Inem hanya bisa menangis mendapat perlakuan itu.
Inem yang terkulai lemas usai digilir 2 pemuda bejat itu, ditinggalkan sendirian dikuburan cina itu sambil menangis. Lalu Ia berusaha mencari bantuan agar bisa segera pulang.
Diperjalanan pulang, Inem dihampiri 3 pemuda yang diketahui bernama Herman, Fani dan Putra. Inem pun menceritakan apa yang dialaminya. Ketiga pemuda itu pun menawarkan jasa untuk mengantar Inem pulang.
Namun, saat diperjalanan ketiga pemuda itu malah menggerayangi tubuh Inem. Tak ingin kejadian serupa terulang, HIY lantas memberontak, hingga motor yang ditumpanginya terjatuh. Saat itulah Inem berusaha melarikan diri menuju arah .
Saat kabur, ketiga pelaku yang nafsunya tertahan, mengejar Inem dan berhasil menangkapnya. Mulut Inem pun dibekap dan digiring ke sebuah ruang kelas di gedung sekolah.
Disini, Inem dipaksa lagi menjadi objek pelampiasan nafsu. Fani, mendapat giliran pertama melakukan pemerkosaan itu, lalu diikuti kedua temannya.
Tak ingin 2 pelaku lainnya menyetubuhinya, HIY lalu kabur usai diperkosa Fani. Dalam keadaan lemah, Inem berlari meninggalkan Fani. Saat itu, Herman dan Putra sedang mengambil motor yang sebelumnya sempat ditinggalkan saat mengejar korban.
Inem berlari menuju arah Parit 4 dan mencari kantor polisi terdekat lalu melaporkan kejadian ini ke Polres Inhil. Tak butuh waktu lama, usai mendapat laporan dari korban, polisi kemudian menciduk kelima pelaku di rumahnya masing-masing.
"Mereka sudah kita tangkap dan dilakukan penyidikan. Atas perbuatannya, para pelaku dijerat pasal 285 KUHP, tentang pemerkosaan dengan hukuman diatas 5 tahun penjara," ujar Ade Zamra. [Pan]

