Ngaku Jadi Humas, Oknum Dewan Di Pekanbaru Diduga Jadi Pembeking Hotel Ilegal

Penulis : admin | Rabu, 03 Juli 2019 - 15:16 WIB

DISEGEL - Hotel MBC Di Pekanbaru, Disegel Satpol PP Karena Terbukti Tidak Mengantongi Izin | Istimewa

Beritariau.com Pekanbaru - Persoalan penyegelan MBC Hotel Pekanbaru yang beroperasi tanpa melengkapi izin, berbuntut panjang. Seorang Anggota DPRD Pekanbaru berinisial DS mengaku sebagai Humas di hotel tersebut.

Adanya informasi ini, Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Pekanbaru Hj Masni Ernawati mengaku akan menindaklanjuti dan mempelajari, ada atau tidaknya pelanggaran kode etik yang dilakukan anggota dewan tersebut.

"Dalam aturannya tidak dibenarkan anggota DPRD menjabat di dalam perusahaan. Tapi kita belum tahu itu dituangkan di mana, kode etik kah atau apa, nanti akan kita pelajari lagi," kata Ketua BK Masni Ernawati, saat dikonfirmasi, Rabu (3/07/19)

Diterangkan Masni, bahwa semua laporan yang masuk ke BK akan mereka tindaklanjuti berkaitan Anggota DPRD. "Termasuk jika ada laporan dari masyarakat, akan kita tindaklanjuti," tegasnya.

Seperti diketahui, Oknum Anggota DPRD Kota Pekanbaru berinisial DS mengaku sebagai humas di hotel itu saat diwawancarai wartawan beberapa waktu lalu, berkaitan izin hotel yang tidak kunjung selesai. Karena pengakuan pihak hotel, yang mengurus izin hotel adalah DS.

Akan tetapi, meskipun telah sekian lama beroperasi, izin hotel tersebut tak kunjung dilengkapi hingga Satpol PP telah melakukan penyegelan pada Selasa (2/7/2019) sore kemarin.

DS saat dikonfirmasi belum berhasil dikonfirmasi lagi berkaitan penyegelan ini, saat dihubungi melalui selulernya, awalnya sempat aktif dan tidak diangkat, saat dihubungi untuk kedua kali, nomor tersebut sudah tidak aktif lagi hingga berita ini dimuat. 

Hotel di Pekanbaru Harus Urus Izin Sebelum Beroperasi

Kalangan legislatif mengingatkan para investor mematuhi segala aturan yang ada di Kota Bertuah. Peringatan itu, buntut adanya salah satu hotel MBC Pekanbaru yang telah disegel oleh Satpol PP Pekanbaru karena beroperasi tanpa mengantongi izin.

"Jika memang tidak ada izin, sebaiknya jangan beroperasi dulu, urus izin dan sampai selesai," kata Anggota DPRD Pekanbaru Tengku Azwendi Fajri, Rabu (03/07/19).

Ditegaskan Politisi Demokrat ini, untuk mengurus izin di Kota Pekanbaru saat ini sudah sangat dipermudah, maka tidak ada alasan lagi bagi investor untuk tidak melengkapi izin.

"Setiap tahunnya selalu ada pembangunan hotel baru yang beroperasi di Pekanbaru, hal ini membuktikan Pekanbaru menjadi kota tujuan investasi potensial di Sumatera," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, DNA Fun Zone dan MBC Hotel Pekanbaru akhirnya disegel Satpol PP, Selasa (2/7/2019).

Satpol PP melakukan penyegelan terhadap hotel yang beralamat di Jalan Tuanku Tambusai itu sekitar pukul 17.00  wib sore tadi. Penutupan Hotel MBC dilakukan Satpol PP Pekanbaru dipimpin Kasat Pol PP Agus Pramono. Satpol PP menyegel pintu masuk parkir Hotel MBC.

Kasat Pol PP Agus Pramono menerangkan, sebetulnya bangunan Hotel MBC ini awal Januari 2019 sudah diperintahkan mengurus IMB, kemudian diberikan peringatan dan bahkan April sampai hari ini belum juga memiliki izin mendirikan bangunan. 

"Operasional Hotel MBC tidak boleh karena tidak memiliki IMB, karena usaha harus mematuhi aturan yang sudah diharuskan," tegas Agus usai menyerahkan surat perintah penutupan kepada pihak hotel. 

Kasat Pol PP menegaskan, Hotel MBC terhitung mulai Selasa 2 Juli 2019 tidak boleh lagi ada tamu pengunjung yang masuk mulai pukul 18.00 wib.

"Saya beri kesempatan sampai besok Rabu pukul 12.00 wib. Tidak boleh operasional hotel, pijat ataupun kolam renang," ujar Agus.

Kasat Pol PP menegaskan, jika ada pihak hotel masih melanggar dan tetap menerima tamu, maka Satpol PP akan bertindak tegas.

"Jangan mencuri-curi saya pasti tahu justru ada masyarakat, kawan-kawan wartawan, dan anggota yang saya tempatkan di sini. Kalau masih bandel dan mencuri-curi maka saya akan keluarkan dari sini," tegas Agus.

Ketika ditanya sampai kapan dilakukan penyegelan, Kasat Pol PP menegaskan sampai pihak hotel memenuhi izin sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku. Namun,  jika tidak diurus seluruhnya, maka bisa saja bangunan hotel itu dibongkar paksa petugas.

"Ujungnya biasanya sampai pembongkaran dan itu harus saya koordinasikan seluruhnya," tandas Agus.

Sementara itu, Manager Hotel MBC, Doni enggan berkomentar terkait penyegelan tersebut. Tampak pihak hotel pasrah hotelnya disegel dan ditutup operasionalnya, hal ini terbukti ketika Kasat Pol PP Agus Pramono sempat mempertanyakan kepada pihak hotel apakah ada pihak hotel yang keberatan dengan tindakan penutupan yang dilakukan Satpol PP. [bam]

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :