Kapolres Minta Orang Tua Aktif
Selama Setahun, Siswa SMA di Pekanbaru Dicabuli Paman Sendiri

Ilustrasi | Beritariau.com 2014
Beritariau.com, Pekanbaru - Seorang kuli bangunan, Sofyan (47) yang selama setahun telah berulang kali mencabuli keponakannya sendiri yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA) inisial Y (16), akhirnya diringkus Satuan Reskrim Polresta Pekanbaru.
Setelah dilaporkan oleh keluarga korban, Tim Polresta Pekanbaru segera bertindak menyelidiki dan meringkus Sofyan.
"Setelah dilaporkan keluarga korban, kita bergerak cepat dengan menangkap terlapor di rumahnya," kata Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Robert Harianto Watratan, Rabu (29/10/14).
Robert menceritakan, aksi pencabulan terakhir terungkap saat Sofyan bekerja dirumah orangtua korban untuk melakukan renovasi dan pembangunan rumah. Namun, Ia malah mengambil kesempatan saat rumah itu kosong ditinggal orang tua korban, Ia gelap mata dan tega meniduri keponakannya sendiri.
"Korban mengalami kekerasan seksual selama setahun. Penyidik sudah mengantongi sejumlah barang bukti untuk menjeratnya, yakni berupa hasil visum dari pihak kedokteran rumah sakit, pelaku pun sudah kita tahan guna proses penyidikan," ujarnya.
Atas kasus ini, Kapolres mengimbau kepada para orang tua untuk dapat selalu mengawasi aktivitas anak, baik di lingkungan rumah, lingkungan bermain maupun di sekolah.
"Caranya, selalu mengawasi anak dan senantiasa waspada terhadap orang terdekat. Karena pelaku pencabulan biasanya dilakukan oleh orang terdekat," terang Robert.
Selain itu, lanjut Robert, para orangtua sebaiknya melakukan komunikasi yang rutin kepada anak terkait semua kegiatannya. Sebab, peran orang tua juga sangat vital dalam memberi pelajaran.
Agar anak tak mudah akrab dengan orang lain, khususnya yang baru saja dikenal. Apalagi, biasanya pelaku kejahatan mengiming-imingi sejumlah hadiah dan sebagainya.
"Kita juga harapkan agar orang tua dan keluarga dapat memantau pergaulan anak, juga dengan kerabat yang dikenal. Karena tak menutup kemungkinan, rasa percaya yang besar kepada kerabat, justru disalah artikan sehingga terjadi kekerasan seksual terhadap anak tersebut," ujar Robert. [Pan]

