Banjir Pekanbaru Memakan Korban
Siswa SMP Meninggal Dunia Terseret Arus Kanal

Suasana rumah duka Gilang
Beritariau.com, Pekanbaru - Gilang Yusuf (14) pelajar SMPN 33 Payung Sekaki Kota Pekanbaru hilang di lokasi banjir, Sungai Air Hitam, Kelurahan Labuh Barat Selasa (11/12) sekitar pukul 14.15 Wib. Saat itu dia sedang mandi di lokasi yang sedang banjir bersama sejumlah temannya.
Kapolsek Payung Sekaki AKP Rachmad Yusuf mengatakan, Gilang menghilang saat ikut mandi bersama Putra, Farid, Aci, Fadli dan Adit. Mereka berenang usai pulang dari sekolah.
"Saat mandi, salah satu teman korban bernama Putra melihat Gilang lompat dari pinggir sungai dan berteriak minta tolong," kata Rachmad.
Putra tahu bahwa Gilang tak bisa berenang dan berusaha menolongnya. Namun sayang, Gilang terseret arus sungai dan tenggelam.
"Arus sungai sedang deras saat itu, teman-teman korban berusaha menolong tapi tidak melihat korban di permukaan, diduga tenggelam," kata Rachmad.
lokasi kejadian
Setelah dicari, tubuh Gilang belum ditemukan. Tim kepolisian yang mendapat laporan dari masyarakat langsung ke lokasi. Polisi bersama Basarnas pun memulai pencarian dengan menyisiri sungai Air Hitam tersebut.
"Kita sudah sisir sungai dengan sejumlah perlatan seperti perahu karet dan juga alat selam. Namun pencairan Gilang masih nihil," ujar Humas Basarnas Pekanbaru, Kukuh Widodo.
Gilang Ditemukan Tak Bernyawa
Selasa malam, rumah orang tua Gilang mendadak ramai. Ratusan warga tumpah ruah berdesakan hanya untuk melihat Gilang yang terakhir kalinya.
Bocah 14 tahun itu berhasil ditemukan tim SAR gabungan, sekitar pukul 21.00 WIB. Dia ditemukan tak bernyawa sekitar 200 meter dari lokasi pertama terjun ke kanal sungai kecil yang membludak.
Tangis orang tua Gilang tak dapat dibendung. Begitu juga teman-teman Gilang dan warga yang mengenal bocah terkenal akan kebaikan hatinya itu. [ard]

