Rancang Masterplan Pengembangan
Yes ! Pemda Akan Percantik Objek Wisata Danau Tajwid Pelalawan

Istimewa | Beritariau.com 2014
Beritariau.com, Pelalawan - Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Olahraga (Disbudparpora) Pelalawan, tengah membuat masterplan obyek wisata Daau Tajwid menjadi wisata alam alternatif di daerah ini seiring kawasan yang berlokasi di Kecamatan Langgam itu sedang dalam eksplorasi habis-habisan.
"Nantinya di danau tersebut akan kita buat zona-zona bagi wisata alam di daerah ini, namun tanpa merusak kondisi lingkungan danau tersebut," kata Kepala Dinas Budaya, Pariwisata dan Olahraga (Disbudparpora) Pelalawan, Zulkifli, Kamis (23/10/14).
Dijelaskannya, bahwa dalam zona-zona di masterplan yang tengah dikerjakan oleh pihaknya itu, nantinya, akan ada zona untuk perikanan, pertanian juga kehutanan. Untuk perikanan, selama ini danau Tajwid memiliki potensi untuk hal itu. Bahkan, sampai saat ini, danau Tajwid menjadi salah satu tempat mencari ikan yang dikelola secara adat.
"Jadi selama ini, danau Tajwid menjadi salah satu sumber mata pencarian masyarakat untuk mencari ikan. Dan sistem pengelolaan danau tajwid ini dikelola secara swadaya dengan melakukan pelelangan ikan setiap tahunnya. Dan hasilnya digunakan untuk membayar guru ngaji serta membangun fasilitas umum, seperti MDA dan Masjid di daerah setempat," bebernya.
Nantinya, sambung Zulkifli, jika Pemkab Pelalawan sudah mengelola, maka, konsep seperti yang telah diterapkan masyarakat setempat sebelumnya, tak akan dikutak-katik oleh Pemkab Pelalawan. Bahkan, Pemkab bisa saja menjadikan hal itu sebagai salah satu daya tarik dari keunikan di danau Tajwid selain keasrian alam di lokasi itu.
"Jadi bisa saja Pemkab Pelalawan menjadikan danau Tajwid menjadi desa adat, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 6 tahun 2014 tentang Desa. Apalagi kemudian di sana akan ada zona pertanian, dimana nanti akan ada kebun. Kemudian juga untuk di Pulau Tajwid-nya sendiri, rencananya akan dijadikan wilayah konservasi hutan sehingga keaslian hutan di wilayah tersebut tetap terjaga," paparnya.
Tidak hanya itu, lanjutnya, Pemkab Pelalawan juga akan menyediakan jalur jogging track disekitar lokasi objek wisata Danau Tajwid itu. Agar para pengunjung saat menuju lokasi danau Tajwid itu bisa menggunakan sepeda yang disewakan oleh penduduk setempat atau berjalan kaki. Sehingga lokasi itu akan jauh dari hingar-bingar kendaraan.
"Nantinya, di sepanjang jalur jogging track itu, kita akan tanam buah-buahan lokal seperti tanaman pallawija. Dan di sekitar danau Tajwid, pada tahun 2015 mendatang sudah akan ada gazebo-gazebo atau pondok-pondok untuk para wisatawan yang berkunjung ke objek wisata andalan kabupaten Pelalawan selain objek wisata Gelombang Bono yang telah mendunia," ujarnya.
Terkait bumi perkemahan di lokasi itu, Zulkifli mengungkapkan bahwa, saat ini pihaknya tengah merancang apakah luas lokasi pengembangan danau Tajwid sekitar 50 hektare itu bisa dijadikan zona untuk bumi perkemahan. Pasalnya, sebagai sebuah wisata alam, lokasi sangat penting untuk zona perkemahan.
"Kami sedang merancang bumi perkemahan itu. Apalagi pengembangan danau Tajwid ini mengambil tema 'back to nature' yang lagi booming. Dan saya yakin, tema itu dapat terjawab semua di danau Tajwid dengan pengembangan sarana serta prasarana yang sedang kita kerjakan saat ini. Harapan kita tentunya, objek wisata Danau Tajwid ini bisa menjadi salah satu objek tujuan wisata Nasional yang ada di Pelalawan, selain objek wisata Bono yang telah dikenal dunia kedahsyatannya," tutupnya. [red]

