Kapolda Riau Minta Gakkumdu Tak Banyak Diskusi
Rawan Politik Uang, Daerah di Riau ini akan diawasi

MoU - Penandatanganan MoU Bawaslu Riau, Polda Riau dan Kejati Riau | Beritariau.com 2018
Beritariau.com, Pekanbaru - Kapolda Riau Irjen Pol Nandang MH meminta Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Pilkada Riau agar solid dalam menjalankan tugas. Setiap pelanggaran nantinya yang ditemukan agar tak beredar ke publik tanpa hasil yang jelas.
"Pengalaman saya waktu di Sulbar (Sulawesi Barat, red), Gakkumdu hendaknya jangan terlalu banyak diskusi. Harus solid dan banyak bertindak. (Pelanggaran, red) Jangan beredar sebelum ada keputusan dari Gakkumdu," tegas Nandang dalam sambutannya Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Sentra Gakkumdu dan Penandatanganan MoU antara Bawaslu Riau, Kejati Riau dan Polda Riau di Pekanbaru, Sabtu (10/02/18).
Hal itu disampaikannya dihadapan seluruh Kejari, Kapolres, Kasi Pidum, Kasat Reskrim, Ketua Panwaslu seluruh Riau. Dalam acara itu, turut hadir Ketua Bawaslu RI Abhan, Kajati Riau Uung Abdul Syukur dan Ketua Bawaslu Riau Rusidi Rusdan.
Dijelaskan Nandang, meski peranan Polri sama seperti Jaksa di Pilkada, namun Polri juga bertugas melakukan pengamanan.
Rakor ini, dijelaskan Rusidi, juga dalam rangka melakukan Memorandum of Understanding (MoU) yang bertujuan agar Gakkumdu semakin solid dan tak ada perbedaan pendapat dalam membuat keputusan. Termasuk untuk kerjasama penanganan upaya Politik Uang (Money Politic, red).
"Juga MoU khusus kerjasama dalam bentuk operasi bersama pengawasan money politic pada 7 hari sebelum hari H (Pencoblosan, red) money politic," ungkap Rusidi.
Sebagai gambaran, lanjutnya, meski Provinsi Riau berada di urutan ke 14 dalam Indeks Kerawanan Pilkada secara Nasional, namun pihaknya tetap akan mengawasi khususnya Peta Kerawanan Politik Uang.
"Beranjak dari Pemilu lalu, Bengkalis dan Rokan Hulu termasuk paling rawan Money Politic," beber Rusidi.
Tak hanya itu, pihaknya juga akan fokus mengawasi daerah asal dan daerah Kepemimpinan Para Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Riau.
"Daerah-daerah itu rawan dan akan kita awasi," jelasnya.
Untuk diketahui, ada empat pasang Bakal Calon Gubri di Pilkada Riau. Para kandidat ini, berasal dari daerah yang berbeda-beda.
Calon Pertahana Arsyadjuliandi Rachman sendiri, merupakan putra asli Pangkalan perbatasan Sumatera Barat dan Kabupaten Kampar dan berdomisili di Pekanbaru. Calon berikutnya, Walikota Pekanbaru Firdaus MT yang juga putra Asli Kampar juga berdomisili di Pekanbaru.
Sedangkan Syamsuar berasal dari wilayah Pesisir Riau. Dan Lukman Edy, dari wilayah Indragiri. [red]

