Hasil DNA belum keluar, polisi duluan pastikan temuan tulang di Kandis adalah driver Go-Car yang hil

Hasil DNA belum keluar, polisi duluan pastikan temuan tulang di Kandis adalah driver Go-Car yang hil

Ardhie Nur Aswan (23) driver Go-Car yang dilaporkan hilang pada 22 Oktober 2017. Lalu pada 7 November ditemukan tulang belulang di Kandis Siak. Polisi memastikan itu Ardhie. (istimewa)

Beritariau.com, Pekanbaru - Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kota Pekanbaru memastikan bahwa jasad tulang belulang yang ditemukan di Kandis, Kabupaten Siak merupakan driver Go-Car atas nama Ardhie Nur Aswan (23), meskipun hasil DNAnya belum keluar.

Kepala Satreskrim Polresta Pekanbaru, Kompol Bimo Ariyanto, Selasa (28/11/2017) meyakini bahwa itu adalah driver Go-Car. Alasannya karena pihaknya telah melakukan penangkapan kasus pembunuhan dan lokasi dibuangnya sama.

"Ekstaksi tulang sudah dilakukan, sudah pasti jasadnya dia (Ardhie). Karena sudah rekonstruksi Tempat Kejadian Perkara, lokasi pembuangan oleh tersangka pembunuhan sama. Jadi hasil DNA takkan meleset," katanya.

Saat ini, lanjutnya, hasil DNA belum diterima dan berkemungkinan dua atau tiga hari lagi akan keluar. Sementara pihaknya sudah melakukan penangkapan terhadap empat orang tersangka dugaan pembunuhan seorang pengemudi Go-Car.

Awalnya pada 22 November ada laporan orang hilang atas nama Ardhie beserta mobil Suzuki Ertiga yang digunakan sebagai Go-Car. Lalu pada 7 November ditemukan sosok jenazah dan kerangka di Kandis, Kabupaten Siak.

Temuan itu kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau untuk dilaksanakan otopsi dan identifikasi terhadap korban. Kemudian dilanjutkan pengiriman DNA ke Jakarta karena bukti sekunder jenis baju tidak bisa menentukan, gigi korban tidak seutuhnya dapat, dan tidak ditemukan rekam medis.

Dokter ahli kemudian menyampaikan identifikasi harus menggunakan DNA yang diambil dari tulang keluarga. Sampai saat ini dalam proses pengerjaan dan dua atau tiga hari lagi hasilnya keluar.

Tapi di tengah perjalanan terungkap pelaku pembunuhan dan telah ditangkap empat orang. Awalnya pada 11 November dua orang di perbatasan Pekanbaru-Kampar. Lalu satu di Simalungun Sumatera Utara dan satu lagi di Banten pada 22 November. Masih ada dua lagi yang masih dalam pengejaran kepolisian.

Sementara barang bukti mobil dibawa ke Medan akan tetapi karena info hilangnya Mobil dan Pengemudi Go-Car sudah ramai di media sosial, maka diputuskan mobil itu dibuang ke jurang. Lokasinya di Kabupaten Karo, Sumur untuk menghilangkan jejak.

Motif utama pembunuhan disampaikan kepolisian adalah menguasai kendaraan korban untuk dijual. Rencananya uang akan digunakan pelaku berangkat ke lokasi tertentu, tapi tak jadi dijual.

Diketahui para pelaku rata-rata berumur 20an yang banyak berasal dari Sumatera Utara. Keenamnya satu pekerjaan di Multi Level Marketing QNet dan semuanya mengetahui rencana pembunuhan sehingga dijerat Pasal 340 dengan ancaman hukuman mati.(bas)