Ditemukan tengkorak dan tulang belulang di Tenayan Raya, polisi lakukan otopsi

Ditemukan tengkorak dan tulang belulang di Tenayan Raya, polisi lakukan otopsi

Tengkorak tergeletak ditemukan di Jalan Palembang, Kecamatan Tenayan Raya. Di sekitarnya juga terdapat celana, baju batik, dan sendal (istimewa)

Beritariau.com, Pekanbaru - Warga Pekanbaru kembali geger dengan temuan manusia tak bernyawa. Kegegeran kali ini bahkan lebih parah yakni yang diketemukan hanya tengkorak dan beberapa tulang lainnya saja.

Penemuan itu berlokasi di Jalan Palembang RT. 003 RW. 002 Kelurahan Sialang Rampai Kecamatan Tenayan Raya Pekanbaru. Ketika itu Senin pagi (27/11/2017) pukul 08.15 WIB saksi Tamrin sedang mencari kayu di lahan kosong semak belukar.

Kemudian sekira lebih kurang 15 menit pada saat memotong kayu dia melihat celana panjang kain, dengan tali pinggang masih dalam keadaan terpasang, baju batik, dan sendal. Tapi alangkah terkejutnya di sekitaran pakaian tersebut terdapat tengkorak kepala dan beberapa tulang belulang lainnya. 

Karena terkejut melihat kerangka manusia tersebut, saksi Tamrin keluar dari lahan kosong dan menceritakannya kepada Ketua RT Rusli dan saksi lain Azhari. Lalu Rusli memberitahu Lurah Sialang Rampai yang selanjutnya menelpon Bhabinkamtimas Aiptu Shafwan. 

Lalu anggota Patroli Polsek Tenayan Raya bersama Anggota Reskrim mendatangi TKP dan mendampingi Tim Identifikasi Polresta Pekanbaru melakukan olah TKP. Kemudian kerangka manusia tersebut di bawa ke Rs. Bhayangkara guna dilakukan otopsi.

"Dari kepolisian sudah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara. Setelah itu barang bukti tengkorang tulang belulang dibawa ke rumah sakit dicek dan otopsi," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Pekanbaru, Kompol Bimo Ariyanto, Senin (27/11/2017). 

Olah TKP dilakukan bersama oleh Kepolisian Sektor Tenayan Raya dan Polresta Pekanbaru. Kepada masyarakat pihaknya juga mengimbau agar melapor ke kepolisian jika memang ada keluarga ataupun teman yang hilang.

Jika sudah ada yang melapor, lanjutnya polisi akan mengambil sampel DNA jika itu keluarga. Hal itu, kata dia sebagai langkah awal untuk mudah melakukan penyelidikan.

"Kondisinya sudah tidak lengkap, anggota masih di TKP untuk mem bagian mana yang tersisa. Yang jelas itu adalah tulang manusia," ungkapnya.(bas)