Lestarikan budaya melayu, LAM Pekanbaru ajukan Ranperda Bertanjak

Lestarikan budaya melayu, LAM Pekanbaru ajukan Ranperda Bertanjak

TANJAK - Generasi Muda Kompak Memakai Tanjak Sebagai Warisan Budaya Melayu | Istimewa

Beritariau.com Pekanbaru - Dikhawatirkan budaya melayu akan memudar karena perkembangan zaman, Lembaga Adat Melayu (LAM) Pekanbaru dan Laskar Melayu Riau (LMR) Pekanbaru berinsisiatif mengajukan usulan Ranperda Bertanjak ke DPRD Kita Pekanbaru.

Usulan Ranperda bertanjak ini diajukan menyesuaikan visi Kota Pekanbaru 2021 yakni terwujudnya Kota Pekanbaru sebagai pusat perdagangan dan jasa, pendidikan serta pusat kebudayaan melayu, menuju masyarakat sejahtera berlandaskan iman dan taqwa.

Sekretaris Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAM Kota Pekanbaru, H Fathullah mengatakan, kebudayaan bertanjak ini memang sudah sejak lama mulai ditinggalkan. 

Disebutkannya, memudarnya budaya itu karena warisan budaya melayu itu banyak generasi muda yang tidak mengetahuinya. Dengan adanya Perda Bertanjak ini, nantinya diharapkan bisa kembali membangkitkan semangat warga Pekanbaru untuk memakai tanjak melayu.

"Kalau bukan kita, siapa lagi yang melestarikan kebudayaan bertanjak ini. Nantinya, instansi pemerintah dan swasta, hotel dan restoran, sekolah, mall, bandara dan anggota Polri akan kita wajibkan untuk memakai tanjak melayu," Kata Fatullah, saat ditemui di DPRD Kota Pekanbaru, Senin (20/11/17).

Menurutnya, Perda Beranjak ini sudah diterapkan di Kota Dumai dan Kabupaten Siak. Untuk itu Kota Pekanbaru sebagai Ibukota Provinsi Riau harus segera mengesa Ranperda bertanjak ini untuk disahkan menjadi Perda nantinya.

"Untuk Provinsi Riau nanti akan diajukan tahun 2018 mendatang. Perda bertanjak ini sebuah kebanggaan tersendiri bagi kita masyarakat melayu, jika banyak masyarakat luar yang datang ketempat kita," pungkasnya. [bam]