Siaga Pelantikan Jokowi JK, Polda Riau Turunkan 6.000 Personil

Ilustrasi | Beritariau.com 2014
Beritariau.com, Pekanbaru - Menjelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia terpilih, Joko Widodo dan Yusuf Kalla, Kepolisian Daerah (Polda) Riau menyiagakan 6.000 personilnya. Jumlah ini akan disebar ditempat rawan terjadinya kerusuhan.
"Tetap siaga I, sebagaimana instruksi Kapolri Jenderal Sutarman. Status ini akan dicabut sesuai intruski Kapolri," jelas Kapolda Riau Brigjen Pol Dolly
Bambang Hermawan ditemui wartawan usai Sholat Jum'at (17/10/14), di Mapolda Riau.
Disamping itu, Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo Sik juga menambahkan, jumlah itu merupakan 2/3 kekuatan personil Polda. Angka itu terdiri dari anggota Polresta dan polsek di seluruh Kabupaten/kota.
"Ini dilakukan dalam rangka menciptakan situasi keamanan dan ketertiban yang aman, kondusif dan terkendali," kata Guntur.
Petugas akan meningkatkan giat rutin, seperti razia di daerah rawan. Patroli dalam skala besar akan dilakukan untuk mencegah kerusuhan.
"Namun sejauh ini, info inteligen kita masih kondusif, belum ditemukan hal yang dapat menganggu Kamtibmas. Aksi unjuk rasa dengan menduduki kantor, ruas jalan dan sebagainya, belum ada. Namun, itu tetap diantisipasi," terang Guntur.
Selain jumlah tersebut, Polda juga menyiagakan personil inti dan 2 SSK (Satuan Setingkat Kompi) Brimob, yang ditempatkan di Mapolda. "Tujuannya, jika dibutuhkan pasukan Brimob ini bisa segera turun kelokasi," jelas Guntur.
Terpisah, Direktur Inteligen dan Keamanan (Intelkanm) Polda Riau Kombes Pol Djati Wiyoto juga memastikan, kegiatan ancaman di Riau masih belum ditemukan.
"Tadi malam kelompok Koalisi Merah Putih (KMP) sudah bersilaturahmi dengan kita, dan tidak akan ada aksi. Dimana mereka akan mendukung dan tidak menganggu proses pelantikan nanti," pungkasnya singkat.
Menjelang pelantikan, Polda Riau menghimbau masyarakat mendukung prosesi pelantikan di Jakarta. Caranya, tidak melakukan kegiatan yang melawan hukum.
"Apabila ada aspirasi dan resistensi terhadap itu, bisa disalurkan dengan baik, dan tidak melakukan aksi radikal. Mari sukseskan pelantikan ini," pungkas Djati. [Pan]

