Perintah Panglima TNI Untuk Hari Sumpah Pemuda
Reaksi Pelajar di Pekanbaru di Nobar Merah Putih Memanggil dengan TNI

NONTON BARENG - Puluhan Pelajar dan Perwakilan Elemen Organisasi Masyarakat Bersama Personil TNI Saat Acara Nonton Bareng Film Merah Putih Memanggil di Cinema XXI Mall Ciputra Pekanbaru | Beritariau.com 2017
Beritariau.com, Pekanbaru - "Tahan.. Tahan..," perintah Sang Komandan Tim setengah berbisik dari jarang sekitar 10 meter kepada anak buahnya yang sedang membidik salah satu pentolan teroris yang memburu mereka.
Posisi para prajurit ini terjepit. Mereka merunduk sambil siaga di bawah kaki bukit. Sedangkan para teroris yang mengejar, berada diatas mereka.
Si anak buah nampaknya sudah siap tempur dan akan menarik pelatuk senjata laras panjang saat perintah atasannya datang.
"Arah jam satu (01.00)," kata Komandan mengarahkan pandangannya ke sebuah sarang lebah yang tergantung di sebuah pohon, tepat diatas para teroris.
Pelatuk senjata batal ditarik. Seakan mengerti dengan kemauan komandannya, dengan sigap, anggota yang lain akhirnya mengeluarkan senjata yang lebih panjang dan kedap suara. Lalu membidik tangkai sarang dan melepas tembakan senyap.
Tepat! Sarang itu pun jatuh ke tanah dan ratusan lebah keluar kemudian menyerang kelompok teroris yang tampak kebingungan mencari arah pelarian Tim Komando Pasukan Khusus (Kopassus) yang merebut tawanan mereka. Para teroris itu akhirnya kabur.
Insting dan penilaian Sang Komandan memang luar biasa. Ia menilai, Tim yang berjumlah tak sampai 10 orang dengan kondisi terluka ditambah dengan 4 orang tawanan yang kelelahan, tak mungkin melawan puluhan teroris.
Mereka kalah jumlah, apalagi posisi mereka dibawah.
Keputusan tepat Sang Komandan, membuat situasi mereka lebih aman untuk sementara.
Kejadian diatas adalah salah satu adegan menegangkan saat puluhan pelajar dan mahasiswa serta organisasi kepemudaan menonton film 'Merah Putih Memanggil' saat acara Nonton Bareng (Nobar) Gratis yang digelar Korem 031/Wirabima dan Kodim 0301 Pekanbaru di Cinema XXI Mall Ciputra Pekanbaru, Sabtu (28/10/17).
"Ada 150 orang yang menonton hari ini. Setelah menonton film ini, semoga semangat kesatriaan semakin tertanam. Dan benar-benar menjiwai TNI," ungkap Babinsa Kelurahan Wonorejo Pekanbaru, Pelda MF Lahay kepada Beritariau.com, di studio.
Penayangan ini, kata Lahay, akan digelar hingga 30 Oktober.
Di hari pertama ini, katanya, ada dari SMU N 5, SMU N 9, SMK Taruna Satria, Ponpes Al-Kautsar, Ponpes Miftakhul Huda, PC 0401 FKPPI Pekanbaru, PC PPM Pekanbaru, MPC PP Pekanbaru, KNPI Pekanbaru dan media.
Film bergenre laga ini, diputar secara khusus bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke 89 tahun mulai pukul 10.00 wib.
Penonton kerap bereaksi dan berdecak kagum saat setiap tembakan dari prajurit TNI Angkatan Darat ini mengenai satu per satu teroris.
Film berdurasi sekitar 112 menit yang disutradarai oleh Mirwan Suwarso dan skenarionya ditulis oleh TB Silalahi ini, secara singkat mengisahkan perjuangan berat sejumlah prajurit Elit Kopassus yang diterjunkan untuk menyelamatkan sejumlah tawanan yang disandera oleh kelompok teroris di negara tetangga.
Sejumlah adegan menegangkan ditampilkan, baik saat menyerbu setiap markas teroris, melakukan taktik serangan dan bertahan menghadapi serangan.
Ada juga adegan saat prajurit terluka parah.
Bahkan, hati penonton juga seakan ikut tersayat saat adegan-adegan memilukan dari prajurit Kopassus karena rekan mereka yang akrab dipanggil 'Benteng' mengorbankan dirinya di garis depan untuk menghambat serangan teroris yang mengejar mereka.
Adegan memilukan juga muncul saat prajurit yang dipanggil 'Bungsu' ingin kembali menyeberang sungai mencari sohibnya 'Benteng'.
"Benteng ketinggalan!," teriak Bungsu berulang-ulang sambil menangis dan berusaha kembali menyusuri sungai.
Namun, Ia dicegat oleh rekannya yang mengajaknya untuk melanjutkan perjalanan. "Jangan sia-siakan pengorbannya," katanya kepada Bungsu.
Meski misi penyelamatan berjalan sukses, namun di menit-menit terakhir film, saat acara adegan pemakaman tiga prajurit yang gugur, semakin membuat penonton hening dan terenyuh.
Ada juga dialog-dialog yang mencerminkan jiwa kesatriaan TNI.
"Semangat komando itu, bukan batu yang kalah dengan palu. Juga bukan besi yang kalah dengan api. Tapi, semangat komando itu, dari hati, yang kita bawa sampai mati," ungkap salah seorang prajurit sebelum tewas.
Tujuan penayangan film ini nampaknya berhasil.
"Nangis, sedih Om. Besar sekali pengorbanannya Om. Ada yang gugur dan meninggalkan istrinya yang lagi hamil. Tapi senang juga melihat acting Prisia Nasution jadi prajurit wanita kita tangguh," ungkap Liberti Lala, salah siswi dari SMA 9 Pekanbaru usai Nobar.
Lain lagi komentar sejumlah pelajar pria. Mereka mengaku semakin bertekad bulat ingin menjadi tentara.
"Salut buat Sapta Marganya TNI. Tamat SMA kami memang mau masuk tentara bang," ungkap salah seorang siswa SMA 9 Kelas XI IPA 6, Yusril Mahendra. "Saya juga, bang," timpal temannya.
Kekompakan TNI baik Darat, Laut dan Udara terlihat jelas. Dua Kapal Perang diturunkan dan dua Pesawat Tempur juga diterbangkan sesuai perintah Panglima yang memimpin Misi tersebut.
Untuk diketahui, Film ini, diputar perdana pada HUT TNI ke-72 pada 5 Oktober 2017 lalu yang ditonton langsung oleh Panglima TNI Gatot Nurmantyo.
Film ini diperankan sejumlah artis diantaranya, Maruli Tampubolon, Prisia Nasutio, Ariyo Wahab, Mentari De Marelle dan lainnya.
"Nobar ini digelar serentak di seluruh Indonesis sesuai Perintah Panglima TNI yang diteruskan melalui Surat Telegram Pangdam I/BB dan arahan Danrem 031 Wirabima. Kita berharap, melalui film ini, secara visual masyarakat bisa melihat bahwa TNI selalu ada dan siap berkorban untuk rakyat. Karena bersama Rakyat, TNI Kuat," sebut Dandim 0301 Pekanbaru Letnan Kolonel Infantri Tunjung Setyabudi. [bam]

