Kampung Dalam mau dijadikan cagar budaya, ini tanggapan polisi

Spanduk sosialisasi yang menyampaikan bahwa Kampung Dalam Senapelan bukan kampung narkoba | siaganews.co
Beritariau.com, Pekanbaru - Kampung Dalam masih dikenal sebagai kampung narkoba di Pekanbaru khususnya dan Riau pada umumnya. Sampai saat ini daerah tersebut masih memiliki citra tersebut.
Upaya terbaru, beberapa Kepala Dinas Kebudayaan Pemprov Riau, Yoserizal Zein mengungkapkan upaya mengalihkan cagar budaya ke Kampung Dalam. Itu karena Masjid Raya Pekanbaru yang dicabut status cagar budayanya karena telah berubah dari wujud aslinya.
Masjid Raya Pekanbaru menurutnya masuk peta cagar budaya dan dalam hal ini tentu yang masuk dalam peta tak hanya itu. Disbud Riau menganalisa diperkirakan daerah lainnya juga merupakan situs budaya termasuk sampai Kampung Dalam, Senapelan, Pekanbaru.
Dengan begitu, lanjut Yoserizal, kalau ke depan Kampung Dalam direvitalisasi fungsinya sebagai peta cagar budaya, maka diyakini citra kurang baik Kampung Dalam akan hilang. Tapi pihaknya mengkajinya dulu pakai Undang-Undang Cagar Budaya.
"Karena dulunya di Kampung Dalam ada rumah atau tokoh orang India yang jualan kain dan kantor bea cukai. Jadi kita kembalikan Kampung Dalam ke fungsi awal, kita revitalisasi maka kejadiannya tidak seperti sekarang," ulasnya.
Menanggapi hal ini, Direktorat Reserse Narkotika dan Obat-Obatan Terlarang Kepolisian Daerah Riau ternyata mendukung wacana tersebut. Direktur Ditresnarkoba Polda Riau, Kombes Pol Hariono mengatakan setuju akan hal itu jika memang ke depannya akan lebih baik.
"Kalau mau dijadikan cagar budaya dalam program pemerintah kita setuju saja asal untuk kemaslahatan dan kebaikan masyarakat," katanya, Kamis (19/10/2017).
Ditanyakan meskipun saat ini masih mesih dikenal sebagai "kampung narkoba", dia mengatakan justru program itu bagus untuk memberantas peredaran barang haram tersebut. Hal tersebut sama dengan Kampung Ambon dan Kalijodo di Jakarta yang saat ini sudah aman dari streotip masyarakat dulunya.
"Justru itu baik supaya narkoba hilang. Seperti di kampung ambon dan kalijodo di Jakarta sekarang malah lebih aman," ujarnya.
Saat ini, menurutnya Kampung Dalam yang ada di Kecamatan Senapelan masih menjadi target operasinya dam dilakukan pengungkapan rutin di sana. Tiap pekan, katanya Ditresnarkoba Polda Riau dan Satuan Resnarkoba Kepolisian Resor Pekanbaru bergantian mengungkap di sana.
Akan tetapi, pihaknya mengalami kesulitan karena narkoba di sana sudah diecer dan sistem transaksinya tidak bertemu muka. Itu dilakukan dengan transfer dan barang diletakkan di suatu tempat seperti tong sampah lalu dijemput.
"Bahkan anak-anak kecil juga jadi mata-mata melihat polisi. Kalau saya lewat ke sana mereka sudah tahu. Kampung Dalam itu akan bersih tergantung masyarakatnya, kalau polisi saja kerja dan masyarakat masih memberi peluang tidak bisa," ungkapnya.[bas]

