Pelajari Nilai Perjuangan Tokoh Pendidikan

Pakai Atribut Adat, Mahasiswa Karo di Riau Nobar Film 3 Nafas Likas

Pakai Atribut Adat, Mahasiswa Karo di Riau Nobar Film 3 Nafas Likas

Ilustrasi | Beritariau.com 2014

Beritariau.com, Pekanbaru - Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Karo (IMKA) Provinsi Riau akan menggelar nonton bareng (Nobar) Film 3 Nafas Likas. Nobar ini sengaja dilakukan pada penayangan perdana sebuah film yang mengangkat budaya dari tanah Karo.

Pahlawan Nasional dari tanah Karo, Djamin Ginting yang jatuh cinta kepada seorang gadis desa bernama Likas Br Tarigan yang kemudian menjadi seorang pendidik adalah sebuah kisah perjalanan hidup untuk anak generasi muda batak sub etnis karo.

"Semenjak ada kabarnya dibuat film itu, pengurus IMKA Riau berinisiatif untuk mebuat acara nonton bareng," kata Ketua IMKA Riau, Sasco Ginting kepada Beritariau.com saat ditemui di komplek salah satu hotel di Pekanbaru, Rabu (15/10/14).

Acara nonton bareng ini, sambung Sasco, sekalian untuk memetik nilai-nilai perjuangan kebudayaan Batak Karo dari film itu. "Mulai dari perjuangan Likas dari masa kecil. Dulu kan cewek dibedakan status sosialnya. Jadi dia bercita-cita untuk membuat setara."

Film "3 Nafas Likas" ini akan diputar serentak di seluruh Indonesia bahkan selain IMKA Riau, IMKA Medan juga melakukan aksi serupa.

Pada acara nonton bareng yang akan dilaksanakan hari Kamis, (16/10/14) di Studio 88, Pelaza Citra, Pekanbaru dengan menggunakan atribut khas adat Batak Karo.

"Untuk nontong bareng setiap laki-laki akan memakai Beka buluh dan perempuan akan memakai Uis Nipes. Bagi yang tak memakai akan kita kenakan denda Rp50.000 dan akan kita berikan ke pengungsi gunung Sinabung," ujarnya.

Terakhir, lelaki yang berkuliah di Universitas Riau ini mengharapkan dari film itu para mahasiswa akan terinspirasi dari perjuangan Likas dan Jamin Ginting.

"Kita harapkan, bagaimana mahasiswa ini terinsipirasi dari perjuangannya," tukasnya. [mar]