36 Panwascam se Pekanbaru Dilantik
Seleksi Panwascam, Panwaslu Pekanbaru kesulitan mencari keterwakilan Perempuan
DILANTIK - Panwaslu Kota Pekanbaru, resmi melantik 36 Anggota Panwascam se Kota Pekanbaru, Minggu (15/10/17) | Istimewa
Beritariau.com Pekanbaru - Keterwakilan perempuan ternyata menjadi kendala Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Pekanbaru, dalam melakukan tahapan seleksi Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) se Kota Pekanbaru.
Hal itu disampaikan oleh Ketua Panwaslu Kota Pekanbaru, Indra Khalid Nasution, saat memberikan sambutannya dalam pelantikan dan pengambilan sumpah dan pembekalan Anggota Panwaslu Kecamatan se Pekanbaru, Minggu (15/10/17).
Disebutkannya, dari 36 orang yang dinyatakan lulus seleksi administrasi, tertulis dan wawancara, hanya 4 orang yang mewakili keterwakilan perempuan.
"Ini sebenarnya bukan ketidakpedulian Panwaslu Kota Pekanbaru terhadap keterwakilan perempuan. Dari 76 orang yang mengikuti tes wawancara, hanya 7 orang yang mewakili perempuan," Kata Indra.
Dia mengaku bingung akan hilangnya keterwakilan perempuan dalam mengambil tempat sebagai penyelenggara pemilu serentak yang ada di Kota Pekanbaru. Pertanyaan ini sebutnya, masih membutuhkan kajian secara mendalam.
"Apa yang menyebabkan ini terjadi? Apakah potensi-potensi keterwakilan perempuan telah diambil oleh partai politik? Atau memang tidak ada keterwakilan perempuan yang berpotensi," ungkap Indra.
Atas hilangnya keterwakilan perempuan itu, Panwaslu Kota Pekanbaru akhirnya berinisiatif dengan merekrut sebagian besar staff perempuan di Panwaslu Kota Pekanbaru. Cara itulah dilakukan pihaknya sebagai bentuk kepedulian terhadap persoalan ini.
"Dari 12 orang staff Panwaslu Pekanbaru, ada 8 orang perempuan. Kita harapkan nanti kedepan generasi muda bisa mengambil tongkat estafet sebagai penyelenggara pemilu kedepannya," pintanya.
Meski Panwaslu Kota Pekanbaru masuk dalam 3 besar nominasi penyelesaian sengketa terbaik di seluruh Indonesia dan masuk 3 besar pemerintah Kabupaten/Kota dalam kategori partisipasi Pilkada, pihaknya mengaku ini merupakan sebuah kerja dan tanggungjawab yang besar.
"Karena mempertahankan itu lebih sulit dari merebut. Dan ini menjadi tanggungjawab kita bersama. Kalau kita punya niat lurus, tanggungjawab kepada pekerjaan, kita dapat memikul tanggungjawab ini bersama sama," ungkapnya.
Panwaslu Kecamatan katanya lagi, nantinya akan bertugas mengawasi seluruh tahapan yang ada di Pilgubri maupun tahapan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden serta Pemilihan Legislatif yang dikawal secara bersama-sama.
"Untuk Panwaslu Kecamatan yang baru selesai dilantik kita meminta jaga independensi, netralitas, integritas dan utamakan pengabdian. Bersama rakyat awasi pemilu bersama Bawaslu tegakkan keadilan pemilu," tuturnya.
Sementara itu, Wali Kota Pekanbaru yang diwakili oleh Asisten I bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Azwan, mengungkapkan, Panwaslu Kota Pekanbaru pada Pilkada Februari 2017, menjadi salah satu yang terbaik dalam hal keuangan.
"Walaupun dinamika tetap ada, namanya pilkada dinamika pasti tetap ada. Namun dalam dinamika itu kita masuk dalam hal yang terbaik di Indonesia, justru bukan kita yang menilai tapi dari luar," pungkasnya. [bam]

