Galeri Foto Pemda Siak : Program LIMAR

Terima kasih pak Syamsuar, sudah terangi rumah kami..

Terima kasih pak Syamsuar, sudah terangi rumah kami..

LISTRIK MANDIRI RAKYAT - Danrem 031 Wirabima Brigjend TNI Edy Natar Nasution Bersama Bupati Siak Syamsuar Saat Peluncuran Program Listrik Mandiri Rakyat | Humas Pemkab Siak

Beritariau.com, Siak - Wajah Parsiti sumringah. Janda berusia 60 tahun yang tinggal di Dusun Berumbungrejo, Kampung Lubuktilan, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak ini, kini bisa menikmati malam bersama lampu penerang selama 24 jam.

Selama ini, wanita yang tinggal bersama tiga anaknya ini, menggunakan lampu teplok untuk penerangan setiap malam.

Sehingga rumahnya menjadi 'berkerak' akibat asap teplok yang hitam.

"Saya sudah 27 tahun di sini, sejak ikut program transmigrasi. Selama itu, saya pakai lampu teplok. Ya, kalau malam gelap-gelapan lah," kata Parsiti, Senin (09/10/17) kemarin.

Untuk biaya lampu teplok, kata Parsiti, dia menggunakan minyak solar, per bulannya biaya yang harus dikeluarkan untuk teplok sebesar Rp90 ribu.

Karenanya, Parsiti berulang kali mengucapkan syukur dan berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Siak yang telah memberi lampu penerang dalam program Listrik Mandiri Rakyat (Limar) yang berkerja sama dengan BUMD Bumi Siak Pusako (BSP).

Sama halnya dengan keluarga pasangan Azuan dan Sumiati. Mereka merasa terbantu dengan program Limar ini.

Sebagai suami, pendapatannya tak menentu, hanya buruh kasar. Namun jika dirata-ratakan dalam sebulan Rp1,5 juta.

Pendapatan sebesar itu, kata Azuan, untuk kebutuhan rumah tangga dengan tiga anak rasanya tidak cukup, ditambahlah lagi biaya listrik nyatuk yang setiap bulannya harus membayar sebesar Rp100 ribu.

"Sekarang tidak nyatur listrik genset tetangga. Dan, adanya Limar ini sangat membantu rumah keluarga kami menjadi terang, terima kasih Pak Syamsuar," ucap Azuan.

Parsiti tak sanggup lagi nyatut listrik, lantaran dia hidup dari bantuan anaknya.

"Saya tak nyatuk listrik takut tak bisa bayar per bulannya, saja janda tua sudah tak kuat kerja lagu," ucap Parsiti.

Keluarga Azuan dan Parsiti, serta 36 Kepala Keluarga (KK) lainya, Dusun Berumbengrejo, kini sudah lepas dari masalah beban listrik menyusul Limar sudah masuk ke rumah mereka masing-masing.

Setiap rumah mendapat lima titik lampu Limar secara gratis. Sistem kerja Limar ini hanya menggunakan batrei 12 volt untuk sebulan.

Jika baterai basah yang juga diterima secara gratis ini sudah habis, maka warga bisa mengecas nya di Kantor Dusun.

Juga secara cuma-cuma. Harapan Parsiti dan keluarga Azuan, program selanjutnya, jika sekarang Limar hanya untuk penerangan lampu lima titik, ke depan keluatan Limar bisa untuk menghidupkan televisi. [rls]

TINJAU LOKASI - Bupati Siak Syamsuar Menyimak Penjelasan Pejabat Pemda Siak Saat Meninjau Lokasi Penerima Program Limar

TES ALAT - Tenaga Ahli Pemda Siak dan Personil TNI Saat Melakukan Tes Terhadap Alat Program Limar

WARGA PENERIMA LIMAR - Warga Siak Penerima Program Limar Menandatangani Dokumen Keikutsertaan dihadapan Bupati Siak Syamsuar

DANREM WIRABIMA - Komandan Korem 032 Wirabima Brigjen TNI Edy Natar Nasution Dipasangkan Pakaian Khas Melayu Saat Peresmian Program Limar

PERESMIAN LIMAR - Danrem 031 Wirabima Brigjen TNI Edy Natar Nasution Menekan Tombol Peresmian Program Limar

​NIKMATI LIMAR - Sejumlah Ibu-ibu Rumah Tangga Kini Dapat Melakukan Aktivitas Rumah Tangga Dengan Listrik dari Program Limar

UCAPKAN TERIMA KASIH - Warga Siak Penerima Program Limar Mengucapkan Terima Kasih Kepada Bupati Siak Syamsuar

PERESMIAN - Bupati Siak Syamsuar Meninjau Kantor Pelayanan Program Limar