Polisi Sita Uang Puluhan Juta

Modus tukar Kupon, Ini peran pengelola Gelper Galaxy Game Pekanbaru

Modus tukar Kupon, Ini peran pengelola Gelper Galaxy Game Pekanbaru

UNGKAP JUDI - Polresta Pekanbaru mengamankan karyawan dan pemain di Gelper Galaxy Jalan Kuantan Pekanbaru, Kamis (28/09/17) malam | Beritariau.com2017

Beritariau.com Pekanbaru - Selain menetapkan tujuh orang tersangka dugaan perjudian berkedok Satuan Reserse Kriminal Polresta Pekanbaru juga berhasil menyita sejumlah barang bukti dari arena Gelanggang Permainan (Gelper) Galaxy Game yang berlokasi di Jalan Kuantan Raya, Kecamatan Lima Puluh saat penggerebekan Kamis (28/09/17) malam kemarin.

‎"Antara lain, koin, uang tunai dan kupon atau voucher. Uangnya sekitar Rp37 juta lebih," ungkap Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Guntur Aryo Tejo kepada Beritariau.com, Jumat (29/09/17) sore.‎

Guntur pun menjelaskan, pengungkapan ini, berawal dari informasi dari masyarakat bahwa di lokasi tersebut (Galaxy Games), diduga terdapat Tindak Pidana Perjudian dengan modus operansi menukar Kupon atau Voucer dengan uang.

Atas informasi tersebut, pada Kamis siang sekitar pukul 13.00 wib, petugas Satreskrim Pekanbaru melakukan penyelidikan.

Setelah indikasi dinyatakan cukup kuat, Kepolisian yang dipimpin langsung Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Susanto, langsung melakukan penindakan pada sore harinya sekitar pukul 18.00 wib.

Alhasil, 8 orang pengelola dan 4 orang pemain diamankan seketika itu. Sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan dugaan ini, juga diamankan.

Setelah melakukan gelar perkara pada Jumat pagi tadi, kepolisian pun menetapkan 7 (tujuh) orang tersangka. Tiga diantaranya yang merupakan pengelola, berinisial Ar, Ab dan R.

Dari konstruksi padal 303 KUHPidana tentang perjudian, ketiganya diketahui memiliki peran masing-masing. Ar berperan sebagai orang yang menukarkan voucher dengan uang. Ab selaku pengawas penerima voucher dari Ar dan R, selaku kasir.

‎Selain pengelola, penyidik juga menetapkan 4 orang pemain, masing-masing berinisial In, Her, Ad dan Ef.

Dari puluhan mesin yang ada di lokasi, petugas pun mengambil barang bukti sebanyak tiga mesin dengan rincian, 1 unit mesin ikan, 1 mesin paman dan 1 mesin paupau.

Fakta pengungkapan ini, dibenarkan oleh Guntur

"Saya update ya. Total ada 7 tersangka. Tiga dari pengelola dan empat lainnya adalah pemain. Mereka dijerat pasal 303 KUHPidana," ungkapnya.

Seperti diketahui, dari upaya penggerebekan Polresta Pekanbaru pada Kamis malam kemarin, Polresta Pekanbaru, akhirnya menetapkan 7 orang tersangka ‎dari hasil gelar perkara pasca penindakan dalam tempo 1 kali 24 jam.

"Ini berkat laporan masyarakat yang kemudian diintai dan dipantau oleh Petugas selama kurang lebih satu minggu. Modusnya, para pemain yang menang dapat menukarkan kupon atau bisa diuangkan," sambung Guntur.

Sebelumnya diberitakan sebelumnya, malam tadi, Polresta Pekanbaru menggerebek lokasi Galaxy Games yang diduga dijadikan arena perjudian.

Dari pantauan Beritariau.com, puluhan pemain dan karyawan termasuk wasit Gelper Galaxy, yang didominasi oleh kaum hawa, diangkut dan diamankan oleh jajaran Polresta Pekanbaru ke dalam mobil truk.

Tidak hanya pemain, puluhan mesin Gelper yang ada di dalam Galaxy Game diberi garis polisi oleh jajaran Polresta Pekanbaru.

Namun, saat awak media Beritariau.com mengabadikan suasana foto yang ada di dalam arena galaxy yang diberi police line, petugas kepolisian tidak memberikan izin.

Beberapa barang bukti dan hadiah turut diangkut seperti koin, voucer, dan hadiah lainnya diamankan di Polresta Pekanbaru.

Penggerebekan ini, terlihat jadi tontonan warga sekitar. Hal ini dikatakan warga sekitar, Wahyu, yang melihat secara langsung bagaimana polisi datang tiba-tiba dan melakukan penggerebekan.

"Razia judi dingdong bang. Semua diangkat, pemainnya sama pemilik juga kalau tak salah," ucap Wahyu saat ditemui di lokasi.

Dia mengaku sangat mengetahui persis persoalan galaxy game tersebut. Dan dirinya membenarkan lokasi itu sering dijadikan arena perjudian.

"Ini (Galaxy Game,red) sudah sebulan beroperasi. Pemiliknya namanya Ayong," cetusnya.

Informasi diperoleh, sedikitnya 93 orang personil diturunkan ke lokasi malam tadi. Kapolresta Pekanbaru Komisaris Besar Polisi Susanto langsung memimpin penindakan di lokasi itu.

Sebanyak 36 orang langsung digelandang ke Mapolresta Pekanbaru. Diantaranya adalah 12 pengunjung wanita dan 24 pengunjung pria. [bam/red]