Tugas pertama Bawaslu Riau, panggil 5 kadis ikut Rakerda Golkar

Tiga Komisioner dan Sekretaris Bawaslu Riau dalam pemaparan tugasnya pada hari pertama. Salah satunya soal pemanggilan 5 kadis yang menghadiri Rakerda Golkar di Rkan Hulu pekan lalu | Istimewa
Beritariau.com, Pekanbaru - Kepengurusan inti Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Riau baru saja terbentuk. Itu setelah dilantik 20 September lalu di Jakarta dan harus menjalani pelatihan selama satu pekan.
Hari Kamis (28/09/2017) para komisioner baru sampai di Pekanbaru dan mulai melakukan tugas pengawasan. Ketiga komisioner yakni Rusidi Rusdan sebagai ketua dan dua lainnya yakni Neil Antarariksa dan Gema Wahyu Adinata menjaba untuk lima tahun mendatang.
Mereka mulai melakukan tugas pengawasan menuju helatan politik pemilihan kepala daerah gubernur dan satu bupati pada 2018 mendatang. Namun baru saja hari pertama sudah mendapat masalah yakni terkait hadirnya lima kepala dinas pemerintah provinsi dalam rapat kerja daerah Partai Golkar.
"Aparatur Sipil Negara tak boleh terlibat dalam perpolitikan praktis. Saya sudah baca dan lihat gambarnya, kami akan mengundang beberapa nama yang ada itu menanyakan mengetahui seperti apa kejadiannya. Apakah inisiatif sendiri atau diundang," ungkap Ketua Bawaslu Riau, Rusidi Rusdan.
Rusidi menyatakan akan melakukan itu dalam waktu secepatnya, berkejaran dengan mempersiapkan struktur organisasi pengurus baru ini. Meski begitu, dia mengatakan pemanggilan itu masih dalam rangka pencegahan karena belum tahapan pilkada.
Sebelumnya beredar foto lima kadis di Pemprov Riau menghadiri Rakerda Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar. Kelimanya Kepala Dinas Pekerjaan Umum Riau Dadang Eko Purwanto, Kepala Dinas Pendidikan Riau Rudianto, Kepala Dinas Perkebunan Riau Feri HC, Kepala Dinas Kesehatan Mimi Yulianti Nazir dan Plt Kepala Dinas Perhubungan Riau Rahmad Rahim.
Kehadiran mereka bersamaan dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) dari DPP Golkar untuk Arsyadjuliandi Rahman yang akan maju sebagai calon Gubernur Riau. Arsyadjuliandi Rahman yang juga menjabat Gubernur Riau itu didukung partainya sendiri untuk maju di Pilgub Riau 2018.
Pihaknya menyampaikan dalam hal ini akan fokus dulu pada pencegahan dan kalau terjadi lagi akan dilakukan penindakan.
Saat ini dinamika politik di Riau untuk Pilkada Gubernur dan Bupati Indragiri Hilir sudah sedikit memanas. Diharapkan bawaslu seluruh masyarakat saling menahan diri dan bertindak tidak menyalahi aturan.[bas]

