Oknum polisi yang tertangkap menjambret di Pekanbaru juga pengguna narkoba, ini riwayatnya

Ilustrasi (hetanews)
Beritariau.com, Pekanbaru - Oknum polisi Brigadir berinisial FCM yang berdinas di Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Riau tertangkap melakukan pencurian dengan kekerasan atau menjambret Senin (25/09/2017) lalu. Ternyata setelah dikonfirmasi ke Bidang Profesi dan Pengamanan Polda Riau, yang bersangkutan juga pengguna narkoba.
Bahkan, oknum itu sedang masa sidang untuk pelanggarannya menggunakan narkoba. Bahkan Kepala Bidang Propam Polda Riau, Kombes Pol Pitoyo Agung Yuwono mengatakan dia sudah tiga kali ketahuan pakai narkoba.
"Agar mudah pengawasannya diletakkan ke Polda karena yang bersangkutan juga menderita penyakit gula. Dia juga sedang proses sidang, tapi melakukan lagi, ya sudah pertanggungjawabkan," ujar Kabid Propam, Rabu (27/09/2017).
Lebih lanjut Agung juga menduga oknum tersebut melakukan jambret karena pengaruh narkoba."Menurut saya memang karena itu (narkoba), faktanya dites urine dia tetap positif," katanya.
Oleh karena itu, lanjut kabid propam polisi itu ditempatkan Di Biddokkes Polda Riau. Dia diistirahatkan karena sebelumnya nakal di Kabupaten Bengkalis.
Sekarang, lanjutnya, katena sudah tertangkap melakukan pidana, polisi tersebut ditahan di Kepolisian Resor Kota Pekanbaru. Dia menjamin bahwa tidak ada perlakuan khusus dan disamakan dengan tahanan lain.
Pitoyo menambahkan bahwa Narkoba sudah nyata-nyata merembet ke kepolisian. Hal itu ditindak tegas dan nyata seperti ada oknum polisi yang ditembak mati karena menjadi pengedar narkoba. Untuk tindak pidana lainnya kepada polisi yang terlibat, ujarnya pengadilan umum akan menanti.
Sebelumnya oknum polisi yang menjambret itu tertangkap beraksi di Jalan Soekarno Hatta tepatnya di simpang empat lampu lalu lintas Jl Durian-Sigunggung. Korbannya perempuan EA (25) bersama adiknya FM yang sedang berhenti di lampu merah dan tiba-tiba saja dari belakang datang seorang laki-laki.
Pelaku mengendarai Honda Scoopy warna hitam putih langsung mengambil tas yang dipangku di atas paha. Selanjutnya tepat di Simpang Gereja GPDI Penta Kosta pelaku tertangkap dengan bantuan warga sekitar.[bas]

